Struktur Sel Prokariotik, Makhluk Hidup yang Tidak Memiliki Membran Inti

Struktur Sel Prokariotik, Makhluk Hidup yang Tidak Memiliki Membran Inti

Struktur sel prokariotik memiliki beberapa bagian dengan fungsinya masing-masing. Seluruh sel prokariotik memiliki membran plasma, nukleoid berupa DNA serta RNA, dan sitoplasma mengandung ribosom.

Pada sel prokariotik tak memiliki membran inti. Untuk itu, bahan inti yang ada pada sel mengadakan kontak langsung bersama protoplasma. Kemudian sel ini juga tidak memiliki edomen yang merupakan membran dalam. Seperti retikulum endoplasma serta kompleks gigi.

Ketiadaan membran inti pada sel tersebut yang menjadi perbedaan antara sel prokariotik dengan eukariotik. Selain itu, sel prokariotik juga tidak mempunyai mitokondria serta kloroplas. Namun memiliki struktur yang sama dengan keduanya, yaitu mesosom dan kromatofor.

Baca Juga: Fungsi Email Gigi Sebagai Struktur Pelindung yang Perlu Diketahui

Mengenal Struktur Sel Prokariotik

Sel prokariotik merupakan sel yang tidak memiliki nukleus. Dalam beberapa literatur prokariotik juga memiliki definisi sebagai sel yang tidak mempunyai organel terbungkus membran. Melansir dari Wikipedia, prokariotik terbagi menjadi dua domain yaitu bakteri dan archaea.

Contoh sel prokariotik adalah bakteri (Bacteria) sert Sianobakteri (Cyanobacteria). Sel prokariotik ini terdapat pada kingdom monera (bakteri) yang berupa makhluk uniseluler atau bersel satu.

Struktur sel prokariotik terdapat penyusun yang memiliki fungsi masing-masing. Untuk lebih jelasnya, simak bagian-bagian dari struktur sel yang tidak memiliki membran inti berikut ini.

Membran Plasma

Merupakan membran biologis yang memisahkan bagian dalam sel dengan lingkungan luar. Pada membran plasma tersusun dari fosfolipid serta protein. Namun pada sel prokariotik tertentu, terdapat lebih dari dua membran plasma.

Membran plasma berfungsi untuk mengontrol zat organik serta ion agar dapat keluar masuk pada sel. Dapat kita katakan bahwa bagian ini bertugas untuk melindungi sel dengan menyaring dan mengatur lalu lintas ion. Baik itu dari dalam maupun dari luar tubuh sel.

Baca Juga: Struktur Hidung Manusia dan Fungsi Anatomi yang Penting untuk Diketahui

Sitoplasma

Struktur sel prokariotik selanjutnya sitoplasma yang merupakan bagian berbentuk cairan yang berada dalam membran plasma. Sitoplasma tersusun dari air, protein, lipid, mineral, dan beberapa enzim.

Dalam bagian ini terjadi metabolisme sel yang berupa penyusunan (anabolisme) serta penguraian (katabolisme). Dari zat-zat yang kemudian berguna sebagai energi bagi sel tersebut. Sitoplasma pada sel prokariotik merupakan bagian terbesar yang kosong atau tidak terisi organel-organel.

Ribosom

Bagian ribosom merupakan mesin nano yang sangat kecil dan berfungsi sebagai sintesis protein. Selain itu, ribosom juga berguna untuk menerjemahkan pesan dari DNA.

Ribosom prokariotik memiliki perbedaan dengan ribosom eukariotik. Untuk ukuran ribosom prokariotik sendiri lebih kecil dengan RNA yang lebih sedikit.

Materi Genetik

Struktur sel prokariotik terdapat materi genetik yang terbagi menjadi dua unit besar yaitu DNA dan RNA. Pada DNA tersusun atas gula deoksiribosa, basa nitrogen, dan fosfat. Unit ini merupakan bagian yang membawa informasi genetik atau pewarisan sifat dari suatu organisme.

Pada sel prokariotik, DNA tersebar pada sitoplasma namun biasanya terlihat berkumpul pada satu area bernama nucleoid. Beberapa DNA nantinya dapat bertranskripsi menjadi RNA.

Sementara RNA sendiri berfungsi untuk membawa kode genetik pesanan DNA. Kemudian pada proses sintesis protein ditranskripsikan menjadi urutan asam amino.

Baca Juga: Perbedaan Faring dan Laring, Pengertian, Fungsi dan Strukturnya

Dinding Sel

Sel ini terdapat dinding sel yang merupakan struktur pelapis terluar sel. Memiliki struktur yang lebih keras dan kaku, berada pada antara kapsula serta membran plasma.

Komponen struktur sel prokariotik ini sebagian besar adalah peptidoglikan yang berupa molekul kompleks. Tersusun oleh N-acetylglucosamine (NAG) serta N-acetylmuramic acid (NAM) yang berhubungan melalui peptida pendek.

Pada beberapa bagian dinding sel memiliki pori-pori sebagai jalan masuk dan keluar molekul serta ion. Bagian struktur ini bertugas untuk memberi bentuk serta melindungi organel internal sel.

Flagela

Bagian flagela merupakan tonjolan panjang berbentuk seperti cambuk yang membantu dalam gerak selular. Pada prokariotik, struktur fagella lebih sederhana ketimbang eukariotik karena hanya terdiri atas serat tunggal protein flagellin.

Flagela sering memiliki fungsi sebagai organel sensoring, yang mana sensitif akan bahan kimia serta suhu luar sel. Gerakan flagela prokariotik terlihat seperti memutar-mutar.

Demikian struktur sel prokariotik yang terbagi menjadi beberapa bagian sel. Setiap bagian sel ini memiliki peranan yang sangat penting dalam kelangsungan hidup sebuah sel. Namun bagian ini saling berkaitan dan bekerja sama dalam menjalankan fungsinya. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

The post Struktur Sel Prokariotik, Makhluk Hidup yang Tidak Memiliki Membran Inti appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/11/struktur-sel-prokariotik/

Tags :

bm

Jasa Google Ads

Seo Construction

I like to make cool and creative designs. My design stash is always full of refreshing ideas. Feel free to take a look around my Vcard.

  • Jasa Google Ads
  • Menuu.id
  • Jl. Veteran, Denpasar, bali
  • iklan.menuu@gmail.com
  • +63 9291 63 2064