Sejarah Kecerdasan Buatan

Sejarah Kecerdasan Buatan

Berita Teknologi, (HarapanRakyat.com).- Sejarah Kecerdasan Buatan dan Perkembangannya. Kecerdasan buatan saat ini cukup menjadi tren bagi kalangan bisnis dan industri.

Banyak pula perusahaan startup yang baru berkembang mencoba peruntungan dengan menggunakan teknologi dari artificial intelligence atau AI ini.

Adapun makna kata intelligence berasal dari bahasa Latin yang berarti saya paham. Pengertian lebih luas dari intelligence adalah sebuah kemampuan dalam memahami serta melakukan tindakan.

Bagi para anak muda atau remaja, teknologi AI sering mereka kaitkan dengan film yang memiliki genre fiksi sains. AI memang memiliki tempat tersendiri di hati semua kalangan yang menggunakannya. 

Secara umum, kecerdasan buatan tercipta untuk membentuk sebuah teknologi yang berfungsi melakukan sesuatu hal layaknya apa yang manusia lakukan.

AI juga berfungsi untuk memberikan serta menyelesaikan suatu masalah dengan lebih efektif dan cepat. Dengan adanya teknologi ini, pekerjaan manusia akan terasa lebih mudah serta mendapatkan hasil yang maksimal.

Selain menyelesaikan masalah, teknologi AI mampu menganalisa kumpulan data yang bisa mengidentifikasi sesuatu sesuai dengan apa yang ingin ia kerjakan.

Sejarah Kecerdasan Buatan

Keberadaan kecerdasan buatan ini memang sudah ada sejak lama pada masa perkembangannya. Jika kita lacak lebih dalam lagi, perkembangannya sudah ada sejak zaman Mesir kuno.

Awal mula terciptanya program kecerdasan buatan pertama kali muncul pada awal tahun 1951. Pada tahun tersebut, banyak sekali orang-orang gencar membuat konsep, cikal bakal hingga terciptalah teknologi berbasis kecerdasan buatan.

Teknologi kecerdasan buatan pertama kali muncul di University of Manchester. Mereka menggunakan teknologi ini untuk menjalankan sebuah mesin bernama Ferranti Mark 1. 

Beberapa tahun kemudian, Salah seorang ahli bernama Christopher Strachey melanjutkan konsep teknologi AI untuk digunakan dalam sebuah permainan catur.

Bidak catur tersebut nantinya dapat berjalan secara otomatis bahkan mampu bermain melawan manusia.

Saat itu, konsep catur dari Christopher Stretcher mendapatkan sambutan baik para pemain catur seluruh dunia, karena mereka senang masih bisa bermain catur meski mereka melakukannya sendirian.

Pada tahun 1956, salah satu pakar ilmu komputer, John McCarthy menggelar konferensi pertamanya karena telah menciptakan algoritma teknologi dengan nama Artificial Intelligence.

Nama istilah tersebut masih pakar teknologi gunakan sampai saat ini. John McCarthy adalah salah satu pakar yang memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan teknologi kecerdasan buatan hingga sampai saat ini.

John McCarthy membuat suatu bahasa pemrograman dengan tingkat tinggi atau banyak orang mengenalnya dengan LISP. Pemakaiaan bahasa pemorgraman ini sebagian besar banyak untuk kecerdasan buatan.

Ia menciptakan sebuah program yang bernama program with common sense. Melalui program ini, John McCarthy mendesain teknologi yang nantinya berfungsi dalam menyelesaikan masalah. 

Pada tahun 1959, Nathaniel Rochester dan beberapa mahasiswanya dari IBM, kemudian ikut menciptakan sebuah program kecerdasan buatan yang mereka beri nama Geometry Theorem Prover.

Program tersebut bertujuan untuk menciptakan teorema dengan menggunakan data serta pernyataan yang sudah ada.

Pengembangan Kecerdasan Buatan Sempat Terkendala

Kemudian sekitar tahun 1960 hingga 1970 perkembangan dari kecerdasan buatan sempat melambat. Ada 3 kesulitan utama mengapa perkembangan kecerdasan buatan menjadi lambat.

Pertama, program kecerdasan hanya memiliki sedikit pengetahuan pada subjeknya. Padahal kecerdasan buatan bisa menjadi sukses karena adanya hasil manipulasi sederhana.

Contoh kasusnya yaitu Weizenbaum ELIZA program (1965) yang mampu melakukan percakapan serius di berbagai topik. Meskipun sebenarnya hal tersebut hanyalah peminjaman manipulasi dari kalimat yang telah manusia ketikkan sebelumnya.

Kedua, adanya berbagai macam masalah yang dipaksakan untuk diselesaikan oleh teknologi kecerdasan buatan. Terakhir, adanya batasan pada struktur dasar untuk menghasilkan perilaku intelegensi.

Pengetahuan merupakan salah satu faktor pendukung terciptanya kecerdasan buatan. Sekitar pada tahun 1969-1979, teknologi kecerdasan buatan berkembang dengan sistem berbasis pengetahuan.

Para pakar seperti Ed Feigenbaum, Bruce Buchanan dan Joshua Lederberg telah membuat sebuah program yang fungsinya memecahkan masalah struktur molekul dari informasi yang spektrometer massa dapatkan.

Kemudian, program tersebut mereka kembangkan dan mereka beri nama Dendral Programs. Program tersebut berfokus pada pengetahuan kimia.

Pada sisi diagnosis medis pun telah ada yang menemukannya, yaitu Sau Amarel pada proyek Computer in Biomedicine.

Awal proyek tersebut untuk mendapatkan diagnosis penyakit berdasarkan pengetahuan dari mekanisme penyebab proses terjadinya penyakit.

Era Industri Kecerdasan Buatan

Selanjutnya, Artificial Intelligence mulai bergerak cepat perkembangannya sekitar tahun 1980. Pada saat itu teknologi AI sudah menjadi sebuah industri.

Salah satu industri yang mengawali  yaitu Digital Equipment Corporation (DEC) yang menciptakan sistem bernama R1 yang berfungsi melakukan konfigurasi pada komputer baru.

Di tahun 1988, R1 telah mengembangkan serta menjalankan 40 sistem bahkan berhasil menghemat biaya operasional perusahaan mencapai U$$ 40 juta per tahun.

Pada tahun yang sama pula, hampir seluruh perusahaan besar yang ada di Amerika Serikat memiliki divisi sendiri dalam mengembangkan teknologi AI.

Dari hasil mengembangkan teknologi AI, pendapatan tahunan para perusahaan besar tersebut menjadi bertambah hingga menghasilkan U$$ 2 milyar per tahun.

Pada tahun 1982, para ahli fisika seperti Hopfield, mengembangkan kecerdasan buatan dengan menggunakan teknik mekanika statistika. Teknik ini untuk menganalisa sifat penyimpanan serta optimasi pada jaringan syaraf.

Selain itu, Geoff Hinton dan David Rumelhart sebagai pakar psikologi melanjutkan penelitian tentang model jaringan syaraf tiruan pada memori.

Di tahun 1985, terdapat empat kelompok peneliti yang menemukan kembali algoritma belajar propagasi balik (Backpropagation Learning).

Algoritma tersebut kemudian berhasil diterapkan pada bidang ilmu komputer dan psikologi.

Penyempurnaan Teknologi Kecerdasan Buatan

Teknologi kecerdasan buatan semakin lama semakin disempurnakan oleh seorang pakar ternama yaitu Alan Turing. Turing bahkan sempat dijuluki sebagai pakar kecerdasan buatan pada masanya.

Nama Alan Turing semakin dikenal setelah melakukan riset dan menguji coba algoritma AI yang diberi nama “Turing Test”.

Hingga berjalannya waktu, perkembangan teknologi kecerdasan buatan banyak digunakan di berbagai hal seperti search engine, multimedia dan lain sebagainya.

Perkembangan kecerdasan semakin mumpuni hingga sekarang dalam bentuk aplikasi. Salah satu contoh yang sangat populer yaitu google engine.

Semua orang pasti mengenal mesin pencarian yang tahu segalanya. Google engine ini tentunya menggunakan algoritma artificial intelligence, sehingga penggunanya dapat mencari segala sesuatu secara tepat dan mudah.

Lain halnya dengan negara Indonesia yang belum ada tokoh ilmuwan dalam pembuatan teknologi kecerdasan buatan yang diakui oleh dunia.

Meski belum diakui dunia, Indonesia juga memiliki anak-anak muda potensial yang telah mengembangkan serta berinovasi terhadap teknologi AI ini.

Salah satu contoh dari hasil teknologi AI karya anak bangsa adalah Digital Native. Pada Digital Native ini para pengembangnya mencampurkan teknologi dengan unsur alam dan seni.

Kecerdasan buatan sebagai bidang ilmu komputer kehadirannya sangat dibutuhkan di masa kini maupun di masa mendatang.

Teknologi artificial Intelligence atau AI ini telah berkembang begitu pesat pada 20 terakhir seiring dengan meningkatnya kebutuhan perangkat cerdas industri.

Sejarah perkembangan kecerdasan buatan ini diharapkan bisa semakin meningkatkan potensinya untuk kemudahan hidup yang lebih baik. (Deni/R4/HR-Online)

Editor : Deni Supendi

The post Sejarah Kecerdasan Buatan appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/11/sejarah-kecerdasan-buatan/

Tags :

bm

Jasa Google Ads

Seo Construction

I like to make cool and creative designs. My design stash is always full of refreshing ideas. Feel free to take a look around my Vcard.

  • Jasa Google Ads
  • Menuu.id
  • Jl. Veteran, Denpasar, bali
  • seobet88@gmail.com
  • +62 877 9462 8641