Proses Pembuatan Connecting Rot, 6 Tahapan Hingga Finishing

Proses Pembuatan Connecting Rot, 6 Tahapan Hingga Finishing

Proses pembuatan connecting rot melalui beberapa tahapan. Batang piston atau proses ini melalui 6 tahapan hingga bisa digunakan. Komponen kendaraan itu sendiri merupakan komponen yang ada dalam mesin kendaraan.

Fungsi batang piston yang cukup penting, maka pembuatannya pun tidak mudah. Fungsi dari batang piston tersebut yaitu sebagai penerus daya dari piston ke poros engkol. Namun, dengan catatan bekerja pada suhu tinggi dalam material ruang bakar.

Jika anda lihat dari fungsinya yang cukup penting, maka pemeliharaan material dan proses produksi komponen ini penting adanya. Disini material tersebut yang akan melakukannya membutuhkan syarat-syarat penting.

Syarat tersebut antara lain tahan terhadap suhu tinggi dan kekuatan tahan arus. Dimana proses yang digunakan yaitu proses penempaan.

Baca Juga : Cara Kerja AC Mobil, Lengkap dengan Komponen dan Fungsinya

Secara garis besar komponen ini berfungsi sebagai perubah gerak resiprok menjadi gerakan berputar. Sehingga piston menjadi gerakan berputar pada poros engkol.

Rod atau batang tergantung pada tekanan tinggi. Selain itu, harus bisa menahan beban tegangan tanpa terjadinya penyimpangan lain.

Rod tersebut harus memiliki bobot ringan yang bertujuan untuk menjaga gaya inersianya. Karena fungsinya yang cukup rumit, maka perlu proses pembuatan connecting rot.

Proses Pembuatan Connecting Rot

Proses produksi connecting rot penting adanya. Sebab, material yang harus ada cukup sulit dan wajib memenuhi kriteria yang ada. Salah satu proses yang sering digunakan pada komponen ini yaitu penempaan.

Dengan proses foging, beberapa hal bisa anda tentukan, mulai dari menentukan volume dan berat benda kerja. Selain itu, perhitungan daya yang bekerja dan gaya yang terjadi pada setiap proses penempaan.

Tidak hanya itu saja, tahapan pembuatan connecting rot juga bisa menentukan dimensi dan toleransi pada bagian permesinan. Adapun bahan-bahan yang bisa anda siapkan untuk berjalannya proses berlangsung.

Baja standart SAE 4140 dengan kekuatan tarik δ = 100 Kg/mm?. Selain itu, baja ini juga harus mengandung Carbon = ( 0,38 ? 0,43%), Mangan (0,75 ? 1,0%), Phosfor (<0,040%), Sulphur (<0,040%), Silikon (0,20 ? 0,35%), dan Chromium (0,80 ? 1,10%).

Pada proses ini pada umumnya menggunakan proses penempaan yang biasanya terjadi. Ada beberapa tahapan yang bisa anda lakukan untuk proses pembuatan connecting rot.

Tahapan tersebut melalui edging, blocking, hingga finishing, dimana terjadi pembentukan sirip sepanjang connecting rot. Selanjutnya ketika proses penempaan selesai, maka anda bisa lakukan pemotongan sirip.

Proses yang anda gunakan yaitu timming. Kemudian pada proses terakhir bagian pemesinan berupa milling dan drilling.

Proses ini dengan cara pemukulan atau penekanan masuk dalam jenis closed die forging. Sedangkan peralatan yang harus anda siapkan antara lain Drop Hammer, Hidraulic, dan sekrup penekan.

Baca Juga : Umur Kampas Kopling Mobil, Berpengaruh pada Transmisi Kendaraan

Cara yang biasa terjadi yaitu bahan dasar yang terus-menerus dipanaskan dengan proses sekali pukul. Hal ini bertujuan agar strukturnya padat dan sesuai pemakaian.

1. Bahan

Pada bagian awal proses pembuatan connecting rot yaitu dari batang alloy steel dengan panjang 2m. Selain itu, juga membutuhkan alas yang kokoh.

Bagian alas yang bisa anda gunakan adalah lebih kuat, tahan karat, dan juga mudah saat proses pemotongan. Selanjutnya batang akan terpotong pada bentuk kecil-kecil.

2. Proses Forging

Pada tahapan pembuatan connecting rot berikutnya yaitu bagian penekanan dan cetakan anda panaskan. Sedangkan pada bagian bahannya anda panaskan dalam oven. Temperatur yang bisa anda gunakan yaitu berukuran sama dengan temperatur cetakan.

3. Oven

Proses pembuatan connecting rot selanjutnya yaitu pendinginan. Connecting rot kembali masuk dalam oven dengan 2 kali proses.

Pertama bertujuan untuk memperkuat logam dalam temperatur tinggi. Sedangkan pada proses kedua bertujuan untuk menstabilkan logam dengan temperatur rendah.

4. Pembubutan

Selanjutnya saat proses pembuatan connecting rot yaitu pembubutan. Anda perlu menggunakan alat bubut untuk memotong kelebihan ukuran.

Cara ini harus anda lakukan karena biasanya melebihi bentuk dasarnya. Sehingga anda bisa membentuk lebih dekat pada ukuran terakhirnya.

5. Milling

Sedangkan pada bagian pemotongan bagian sisinya bisa anda gunakan mesin milling. Anda bisa mengurangi bagian sisinya hingga beberapa mm. Tujuan hal ini anda lakukan untuk mengurangi berat keseluruhan dari tahapan pembuatan connecting rot.

6. Finishing

Sedangkan proses finishing untuk merapikan hasil akhirnya. Tidak lupa pada bagian sisinya yang tajam diperhalus. Namun, pada bagian lubangnya proses ini menggunakan mesin.

Selanjutnya proses pembuatan connecting rot pada bagian penulisan model dan informasi produk. Connecting rot mengalami penyemprotan, deionisasi air, menghilangkan pelumas, dan setelah kering siap anda gunakan. (R10/HR-Online)

Baca Juga : Fungsi Roda Gila, Sebagai Komponen Penyimpan Energi Rotasi

The post Proses Pembuatan Connecting Rot, 6 Tahapan Hingga Finishing appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/11/proses-pembuatan-connecting-rot/

Tags :

bm

Jasa Google Ads

Seo Construction

I like to make cool and creative designs. My design stash is always full of refreshing ideas. Feel free to take a look around my Vcard.

  • Jasa Google Ads
  • Menuu.id
  • Jl. Veteran, Denpasar, bali
  • iklan.menuu@gmail.com
  • +63 9291 63 2064