Proses Pembentukan Hemoglobin yang Ada pada Sel Darah Merah

Proses Pembentukan Hemoglobin yang Ada Pada Sel Darah merah

Proses pembentukan hemoglobin bermula dalam tahap eritroblas dan terus berulang hingga tingkat normoblas atau retikulosit. Meskipun eritrosit muda telah meninggalkan sumsum tulang kemudian masuk ke peredaran darah, akan tetapi pembentukan hemoglobin tetap berlangsung dalam beberapa hari berikutnya.

Hemoglobin merupakan protein yang memiliki zat besi dalam sel darah merah. Berperan sebagai pembawa oksigen dari paru-paru hingga ke seluruh sel jaringan tubuh. Memiliki struktur yang terdiri atas empat rantai, tiap rantai mengandung senyawa heme dengan kandungan zat besi.

Hemoglobin juga berfungsi dalam pembentukan sel darah merah. Yang berbentuk bulat pipih bagian tengah dan bertujuan untuk mempermudah sel darah bergerak dalam pembuluh darah.

Baca Juga: Proses Pembentukan Urine pada Ginjal yang Penting Untuk Anda Ketahui

Proses Pembentukan Hemoglobin

Melansir dari Wikipedia, hemoglobin juga mengusung karbondioksida kembali menuju paru-paru dan berhembus keluar tubuh. Molekul hemoglobinnya terdiri dari globin, apoprotein, serta empat gugus heme, yang merupakan suatu molekul organik bersama satu atom besi.

Mutasi gen pada protein hemoglobin menyebabkan suatu golongan penyakit turunan bernama hemoglobinopati. Yang paling sering kita temui adalah anemia sel sabit dan talasemia.

Dalam tahap pembentukan hemoglobin, bagian hem terutama pada disintesis terdiri atas asam asetat serta glisin. Sebagian besar sintesis proses pembentukan hemoglobin ini terjadi dalam mitokondria.

Tahap Pembentukan

Langkah awal sintesis ini pembentukan senyawa pirol, kemudian 4 senyawa pirol bersatu menciptakan senyawa protoporfirin. Yang selanjutnya berikatan dengan besi membuat molekul hem.

Pada akhirnya, keempat molekul hem berkaitan dengan satu molekul globin. Satu globin yang disintesis dalam ribosom retikulum endoplasmanya membentuk hemoglobin.

Sintesis Hb bermula dari suksinil koA yang terbentuk dalam siklus krebs. Berikatan dengan glisin yang terpengaruh oleh enzim asam aminolevulinat (ALA) molekul pirol.

Koenzim pada reaksi proses pembentukan hemoglobin tersebut yaitu piridoksal fosfat yang dirangsang oleh eritropoetin. Kemudian 4 pirol akan bergabung untuk membuat protoporfirin IX. Lalu bergabung bersama rantai polipeptida panjang (globin) yang disintesis pada ribosom membentuk sum unit, yaitu rantai Hb.

Pembentukan Hb dalam sitoplasma terjadi secara bersamaan dengan proses pembentukan DNA pada inti sel. Hemoglobin ini merupakan unsur paling penting dalam plasma eritrosit. Molekul Hb terdiri dari globin, protoporfirin, dan zat besi.

Globin terbentuk pada sekitar ribosom, sementara protoporfirin pada sekitar mitokondria, lalu besi dari transferin. Dalam permulaan sel, eritrosit berinti pada reseptor transferin.

Gangguan pengikatan besi dalam pembentukan Hb dapat mengakibatkan terbentuknya eritrosit. Kemudian dengan sitoplasma yang kecil dan kurang mengandung Hb.

Baca Juga: Struktur Kuku Manusia Beserta Fungsi dalam Proses Pembentukannya

Fungsi Hemoglobin

Setelah mengetahui proses pembentukan hemoglobin, anda juga perlu memahami apa fungsi hemoglobin. Hemoglobin dalam darah akan membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Hemoglobin akan menerima oksigen yang telah anda hirup melalui paru-paru.

Kemudian oksigen akan langsung mengikat pada hemoglobin yang membawanya ke jantung. Setelah itu, jantung akan memompa darah ke sel-sel pada seluruh tubuh. Hemoglobin juga akan mengantar karbondioksida untuk keluar dari sel tubuh dan mengembalikannya ke paru-paru untuk dibuang.

Setiap hemoglobin mampu membawa empat molekul oksigen. Hemoglobin juga akan membantu sel darah merah untuk mendapatkan bentuk yang memudahkannya mengalir melalui pembuluh darah.

Hemoglobin berperan sebagai reservoir oksigen, yaitu menerima, menyimpan, serta melepas oksigen pada sel otot. Terdapat lebih dari 80% besi pada tubuh berada dalam proses pembentukan hemoglobin.

Kadar Normal Hemoglobin dalam Darah

Anda bisa mengetahui jumlah hemoglobin dengan melakukan tes darah. Tes hemoglobin sering berguna untuk pemeriksaan pada diagnosis anemia. Umumnya melakukan pemeriksaan ini bersamaan dengan hematokrit sebagai bagian dari pemeriksaan darah lengkap.

Untuk kisaran normal hemoglobin cukup bervariasi, tergantung pada usia serta jenis kelamin seseorang. Namun pada umumnya kadar normal hemoglobin untuk pria adalah 14-18 gram/dL. Kemudian untuk wanita 12-16 gram/dL, bayi baru lahir adalah 14-24 gram/dL, serta balita 9,5-13 gram/dL.

Hasil tersebut juga bergantung dengan laboratorium tempat anda melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin. Karena beberapa lab mungkin saja menggunakan pengukuran yang berbeda atau menguji sampel berbeda pula.

Itulah ulasan mengenai proses pembentukan hemoglobin pada tubuh, fungsi, dan kadar normalnya. Penting untuk selalu menjaga kadar hemoglobin dalam darah, sebab kurang Hb dapat menjadi penyebab anemia. Untuk itu, selalu jaga pola makan dan aktivitas kesehatan sehari-hari. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

The post Proses Pembentukan Hemoglobin yang Ada pada Sel Darah Merah appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/11/proses-pembentukan-hemoglobin/

Tags :

bm

Jasa Google Ads

Seo Construction

I like to make cool and creative designs. My design stash is always full of refreshing ideas. Feel free to take a look around my Vcard.

  • Jasa Google Ads
  • Menuu.id
  • Jl. Veteran, Denpasar, bali
  • iklan.menuu@gmail.com
  • +63 9291 63 2064