Asteroid 2020 TY1 Berdiameter 105 Meter Akan Hantam Bumi Pekan Ini

Asteroid 2020 TY1

Asteroid 2020 TY1 menjadi salah satu benda langit yang astronom ketahui berada pada jarak yang dekat dengan Bumi. Jenis batu luar angkasa tersebut menjadi NEO (Near Earth Object) yang paling baru dan meluncur mendekati Bumi.

Kemudian, para astronom mulai mengumpulkan data-data benda-benda langit yang akan mendekati Bumi, bahkan akan menghantam Bumi, mulai awal November ini. Salah satunya adalah NEO 2020 TY1.

Dengan peristiwa yang para ahli ini ungkapkan, kita juga akan mengetahui beberapa fenomena langit yang akan hadir di langit kita. Tak sedikit yang akhirnya dapat kita amati sebagai pertunjukan kembang api yang fantastis karena pecahan asteroid yang terbakar saat memasuki lapisan atmosfer Bumi.

Asteroid 2020 TY1

Asteroid jenis 2020 TY1 ini merupakan sebuah benda langit yang dekat dengan Bumi (NEO) yang ada pada kelas Apollo. Sehingga benda langit ini memiliki orbit yang dapat bersinggungan dengan orbit Bumi.

Kemudian, asteroid ini merupakan jenis baru yang memiliki diameter sekitar 105 meter dan akan melintasi Bumi. Jarak saat ini adalah 14,7 kali lipat dari jarak Bumi dan Bulan.

Melansir The Sky Live, (NEO) 2020 TY1 merupakan benda langit yang saat ini berada pada konstelasi orion. Visibilitas saat ini yakni berada pada bagian atas cakrawala Greenwich, Inggris Raya.

Hal ini tampak pada arah timur dengan ketinggian 11 derajat di atas langit. Para ilmuwan astronomi ini melihat ukuran asteroid 2020 TY1 melalui fotografi pencahayaan panjang.

Baca Juga: Asteroid Apophis Hampiri Bumi pada 2068, Ini Dampak yang Diprediksi!

Akan Menghantam Bumi dalam Waktu Dekat

Asteroid ini memiliki kemungkinan mencapai Bumi dalam waktu yang relatif dekat. Terdapat beberapa pendapat dari ilmuwan jika jenis asteroid ini akan memiliki dampak yang signifikan untuk Bumi.

Namun beberapa juga mengatakan jika tidak akan berdampak bagi Bumi. Karena saat ini NEO 2020 TY1 tengah berada pada jarak yang masih cukup jauh. NEO memiliki orbit yang berpotongan dengan Bumi. Kemudian, para astronom terus memantau dengan cermat .

Lalu, berkat pengamatan posisi presisi yang tinggi serta komputasi mekanik, orbit NEO ini umumnya dapat terdeteksi dengan tingkat presisi yang tinggi.

Sehingga, berdasarkan komputasi orbit dengan presisi yang tinggi dan paling baru yang ahli astronomi lakukan pada Jet Propulsion Laboratory (JPL). Sudah pasti jika asteroid 2020 TY1 tidak akan memiliki dampak besar kepada Bumi meski tabrakan akan terjadi pada waktu dekat.

Para astronom memperkirakan tabrakan akan terjadi pada Sabtu, 7 November 2020 pekan ini pukul 03.37 UTC. Kemudian, jarak asteroid ini dengan Bumi adalah 5.632.085 kilometer. Yang mana setara dengan jarak Bumi dengan Bulan yaitu 14.6491 kali perbandingan.

Baca Juga: Asteroid Fist Bump, Misi Pengumpulan Puing-Puing oleh Pesawat NASA

Fenomena pada Bulan November yang Akan Terjadi

Selain kedatangan asteroid 2020 TY1 pada 7 November pekan ini, terdapat beberapa fenomena yang dapat kita saksikan melalui pengamatan para ahli dan ilmuwan luar angkasa. Seperti, pada 10 November pekan depan akan terjadi elongasi barat Merkurius.

Menurut terminologi astronomi, elongasi barat Merkurius ini merupakan fenomena pada saat planet Merkurius berada pada titik paling tinggi pada bagian langit timur. Hal ini terjadi dengan keadaan jarak sudut paling besar yang Merkurius raih dalam kegiatannya mengelilingi Matahari yang dapat terlihat dari Bumi.

Lalu, dengan elongasi maksimum dari Merkurius ini, kita dapat melihatnya pada ketinggian 19 derajat sebelah langit timur saat matahari terbit.

Fenomena selanjutnya setelah asteroid 2020 TY1 adalah asteroid 2020 T1. Fenomena asteroid mendekati Bumi memang tidak pernah ada habisnya. Asteroid berterbangan dan berada pada jarak yang dekat dengan Bumi dan tertarik oleh gravitasi sehingga menjadi lebih dekat dengan luncuran kecepatan yang cukup kencang.

Asteroid 2020 T1 ini adalah asteroid dari kelas Amor yang orbitnya bersinggungan dengan Bumi serta Mars. Saat ini jaraknya terhadap Bumi adalah sekitar 19,1 kali lipat dari jarak rata-rata Bumi terhadap Bulan.

Selain itu, terdapat beberapa fenomena lain yang menjadi salah satu hal yang kita tunggu-tunggu, yakni hujan meteor Leonid yang juga akan menghiasi langit November 2020 nantinya.

Hujan meteor ini hanya diprediksi memiliki intensitas yang rendah atau hanya terdapat 15 meteor yang jatuh pada tiap jamnya. Namun, tetap saja banyak orang yang ingin menyaksikan fenomena yang menakjubkan tersebut.

Mengetahui kejadian dan fenomena yang berbahaya atau yang tidak memang selalu kita perlukan. Hal tersebut menjadi satu kewaspadaan, terutama bagi para astronom dalam mempertimbangkan hal-hal yang dapat terjadi pada Bumi saat bahaya mengancam.

Salah satu yang paling dekat terdeteksi adalah asteroid 2020 TY1 yang akan terjadi akhir pekan ini dengan minim resiko untuk Bumi. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

The post Asteroid 2020 TY1 Berdiameter 105 Meter Akan Hantam Bumi Pekan Ini appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/11/asteroid-2020-ty1/

Tags :

bm

Jasa Google Ads

Seo Construction

I like to make cool and creative designs. My design stash is always full of refreshing ideas. Feel free to take a look around my Vcard.

  • Jasa Google Ads
  • Menuu.id
  • Jl. Veteran, Denpasar, bali
  • iklan.menuu@gmail.com
  • +63 9291 63 2064