Anatomi Kelenjar Saliva Berdasarkan Histologi yang Perlu Diketahui

Anatomi Kelenjar Saliva

Anatomi kelenjar saliva harus benar-benar kita pahami dengan jelas supaya mengerti tentang awal mula dari proses pencernaan dalam tubuh kita.

Dengan memahami struktur dari bagian proses pencernaan tersebut, kita akan jauh peduli dengan air liur yang selama ini ada dalam dan keluar dari mulut kita.

Air liur akan membantu makanan dapat menjalani pemrosesan dengan baik sebelum akhirnya masuk ke dalam rongga pencernaan bagian dalam.

Dalam proses pencernaan, makanan akan mulai menjalani pemotongan menjadi bagian yang lebih kecil dengan bantuan gigi seri dan dikunyah oleh gigi geraham.

Hal tersebut yang kemudian dapat kita sebut dengan pencernaan mekanik. Sehingga, anatomi dari kelenjar air liur ini pun menjadi sangat penting untuk kita ketahui.

Baca Juga: Sistem Limfatik pada Manusia dan Fungsi Organ-Organ Penyusunnya

Anatomi Kelenjar Saliva

Melansir dari Wikipedia, kelenjar saliva, kelenjar liur, atau kelenjar ludah merupakan kelenjar eksokrin, yang mana memiliki saluran sendiri yang dapat menghasilkan air liur. Kelenjar ini mensekresi amilase, yakni memecah zat karbo menjadi maltosa.

Produksi air liur pada orang dewasa yang sehat sekitar 1,5 liter selama 24 jam atau sehari penuh. Dalam prosesnya, ia berada dalam kendali saraf kolinergik.

Jika melihat dari ukurannya (histologi), anatomi kelenjar saliva ini terdiri atas 2 macam, yakni kelenjar saliva minor dan kelenjar saliva mayor.

Kelenjar Ludah Mayor (Utama)

Kelenjar air liur ini adalah kelenjar yang menghasilkan saliva paling banyak serta sering kita temui dalam keadaan berpasangan. Letak dari kelenjar ini yakni berada pada bagian ekstraoral serta mempunyai duktus yang panjang.

Kelenjar ludah yang besar berada pada bagian yang jauh dari rongga mulut. Sekretnya akan disalurkan melalui duktus ke dalam rongga mulut. Kelenjar air liur ini sangat penting dalam proses pengolahan makanan.

Lalu, pada kelenjar ludah mayor ini terdiri atas kelenjar parotis, submandibularis, dan sublingualis. Kelenjar paratiroid adalah kelenjar air liur paling besar yang letaknya antara ramus mandibula dan processus mastoideus (bagian bawah samping wajah, di depan, serta pada depan telinga).

Dalam anatomi kelenjar saliva ini terdapat enzim yang jumlahnya banyak, seperti amilase lisozim, fosfatase asam, kolinesterase, dan aldolase.

Yang kedua adalah kelenjar mandibularis yang merupakan kelenjar mayor yang terletak pada bagian dalam korpus mandibula. Kemudian, memiliki duktus eksrerius (duktus wharton) yang bermuara pada bagian dasar rongga mulut. Pada kelenjar ini akan menghasilkan air liur yang banyak.

Selanjutnya adalah kelenjar sublingualis yang mana merupakan kelenjar mayor dengan ukuran paling kecil daripada kelenjar mayor lainnya.

Sublingualis ini berada pada bagian paling bawah atau pada rongga mulut, bawah mukosa, serta memiliki saluran keluar (duktus rivinus). Saluran keluar ini memiliki muara pada bagian dasar rongga mulut bagian belakang frenulum lidah.

Baca Juga: Jenis Jaringan Epitel dan Fungsi Pentingnya dalam Tubuh Manusia

Kelenjar Ludah Minor

Anatomi kelenjar saliva dari kelenjar ludah minor ini merupakan bagian yang kecil-kecil dari kelenjar dalam mukosa dan submukosa. Hanya terdapat 5 persen dari pengeluaran ludah disumbangkan oleh kelenjar ini dalam kurun waktu 24 jam.

Pada kelenjar ini memiliki nama yang berdasarkan dengan lokasinya atau juga berdasarkan nama ahli yang menemukannya. Kelenjar minor ini sering kita temui pada hampir semua aitel bawah rongga mulut kita.

Kemudian, pada kelenjar ini juga menghasilkan air liur yang pH-nya sekitar 6,0 sampai 7,4 yang berfungsi dalam mendukung pencernaan ptialin.

Pada anatomi kelenjar saliva minor terdapat beberapa bagian kelenjar seperti kelenjar glossopalatinal yang terletak pada isthmus dari lekukan glossopalatinal serta dapat meluas pada bagian posterior dari sublingualis.

Kemudian, juga terdapat kelenjar labialis yang mana letaknya berada pada submukosa bibir. Kita banyak menemukannya pada midline dan memiliki duktus yang banyak.

Selanjutnya kelenjar bukal adalah bagian dari kelenjar minor yang ada pada mukosa pipi dan hampir sama dengan kelenjar labialis. Berikutnya adalah kelenjar palatinal yang dapat kita temukan pada sepertiga posterior palatal.

Bagian anatomi kelenjar saliva ini dapat kita lihat secara langsung serta terlindungi jaringan fibrous yang padat. Yang terakhir adalah kelenjar lingual yang terdiri atas beberapa tipe kelenjar. Anterior lingual (ujung lidah), lingual von ebner (papila sirkumvalata), dan posterior lingual (posterior lidah, dekat dengan tonsil). (R10/HR Online)

Editor: Jujang

The post Anatomi Kelenjar Saliva Berdasarkan Histologi yang Perlu Diketahui appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/11/anatomi-kelenjar-saliva/

Tags :

bm

Jasa Google Ads

Seo Construction

I like to make cool and creative designs. My design stash is always full of refreshing ideas. Feel free to take a look around my Vcard.

  • Jasa Google Ads
  • Menuu.id
  • Jl. Veteran, Denpasar, bali
  • iklan.menuu@gmail.com
  • +63 9291 63 2064