Tingkat Okupansi Hotel dan Restoran di Kota Banjar Turun 20%

Tingkat Okupansi Hotel dan Restoran di Kota Banjar Turun 20%

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Tingkat okupansi hotel dan restoran di Kota Banjar dalam satu bulan terakhir ini mengalami penurunan hingga 20 persen akibat pandemi Covid-19.

Dari 17 hotel dan 40 restoran serta kafe yang tercatat oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Banjar, semuanya sangat terdampak karena wabah tersebut.

Ketua PHRI Kota Banjar, Deni Irawan, menjelaskan, penurunan tingkat okupansi itu berlangsung sejak mulai meningkatnya penyeberan Covid-19 dalam beberapa bulan terakhir ini.

“Sebelum rakor dengan Satgas untuk rencana PSBB transisi sekitar bulan September akhir lalu, teman-teman pengusaha banyak yang bilang mulai ada penurunan 20 persen, dan itu sampai sekarang,” katanya, kepada Koran HR, Selasa (13/10/2020).

Menurutnya, pada saat penerapan new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB), tingkat hunian maupun pengunjung cenderung mengalami peningkatan. Namun, kembali menurun karena penyebaran virus ini meningkat lagi.

Ketika pemerintah merencanakan PSBB transisi, lanjut Deni, pihaknya yang bersikukuh menolaknya karena mempertimbangkan nasib anggota PHRI.

Ia pun mengusulkan agar menerapkan PSBB dalam skala mikro, yakni hanya titik lokasi tertentu karena adanya warga yang terkonfirmasi Covid-19.

“Untungnya usulan kami mendapatkan respon, dengan catatan harus memperketat protokol kesehatan, baik untuk pegawai maupun pengunjung,” terangnya.

Sementara, untuk penerapannya antara lain dengan membatasi pengunjung 50 persen dari kapasitas tempat usaha, menggunakan masker, mencuci tangan, serta selalu membersihkan dengan disinfektan.

Sedangkan, untuk jam operasional, tetap berjalan seperti biasanya. Sehingga keputusan ini menjadi angin segar bagi para pengusaha, meski harus berjuang melawan situasi sulit.

“Pada prinsipnya kita tidak pernah menolak konsumen yang datang. Artinya, ketika ada yang tidak memakai masker, ya kami kasih secara cuma-cuma, bukan dengan menolaknya,” kata Deni.

Pengusaha Masih Bertahan

Meski pandemi virus corona ini menghantam paling besar dunia pariwisata yang berdampak besar pada pengusaha hotel dan restoran, namun khusus di Kota Banjar ini seluruhnya masih bisa bertahan.

Menurut Deni, sebanyak 17 hotel dan 40 restoran serta kafe yang ada, hingga saat ini masih bertahan untuk menjalankan bisnisnya.

“Kalau lihat daerah lain malahan sudah banyak yang tutup. Makanya kita sangat bersyukur masih bisa survive meskipun berat,” ujarnya.

Deni beharap kondisi ini bisa cepat kembali normal, agar gairah usaha perhotelan dan restoran khususnya bisa kembali pulih. “Ada kabar yang tadinya positif Covid-19 8 orang sekarang, sudah sembuh 4 untuk Kota Banjar. Semoga ke depan tidak ada lagi,” pungkasnya. (Muhafid/Koran HR)

The post Tingkat Okupansi Hotel dan Restoran di Kota Banjar Turun 20% appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/10/tingkat-okupansi-hotel-dan-restoran-di-kota-banjar-turun-20/
Langganan Software

© 2020 Jasa Whatsapp Blast | Rajatheme.com - Google Ads Service