Diameter Knalpot Racing, Berbeda Jauh dengan Ukuran Standarnya

Diameter Knalpot Racing, Berbeda Jauh dengan Ukuran Standartnya

Diameter knalpot racing memiliki perbedaan ukuran dengan knalpot standar. Banyak perbedaan yang bisa terlihat dari keduanya. Knalpot adalah salah satu komponen yang ada pada kendaraan.

Komponen ini memiliki banyak varian jenis. Knalpot mampu memberikan suara kendaraan ketika berjalan. Namun ada dua jenis knalpot yang biasa terdapat pada sepeda motor.

Knalpot racing dan standar. Keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas jika anda dengar dari segi suaranya. Racing memang memiliki diameter leher lebih kecil daripada model standarnya.

Perbedaan terlihat karena knalpot standar memiliki lapisan 2-3 lapis. Dengan adanya hal tersebut, mampu meredam suara kendaraan untuk konsumen protek.

Perbedaan knalpot ini memang terlihat dengan standar yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Alat ukur yang biasa digunakan yaitu jangka sorong.

Diameter dalam leher sekitar 49,5 mm dan diameter luar sekitar 15 mm sudah jelas berbeda. Desain knalpot standar didesain untuk efisiensi engine yang sudah ab normal.

Sehingga ukurannya pun bisa berubah sesuai dengan desain untuk efisiensi engine. Besar kecilnya diameter leher knalpot berpengaruh pada akselerasinya.

Perbedaan Diameter Knalpot Racing dengan Standar

Banyak perbedaan antara komponen standar dengan racing. Pada umumnya, perbedaan ini terlihat dari segi ukuran leher knalpot.

Pada knalpot racing ukuran lehernya lebih kecil daripada ukuran standar. Seperti yang sudah anda ketahui jika knalpot standar memiliki 2-3 lapisan untuk konsumen protek.

Baca Juga : Ukuran Piston Motor, Sesuaikan dengan Tipe Kendaraan

Selain itu, lapisan tersebut memang berfungsi sebagai peredam panas yang terjadi. Sehingga bisa terlihat jika perbedaan keduanya juga dari segi perbedaan struktur mendasarnya.

Ada beberapa perbedaan yang bisa terlihat dari diameter knalpot racing dan standar. Perbedaan tersebut antara lain terletak pada struktur dasarnya, yaitu knalpot standar menggunakan tabung.

Sedangkan pada racing jalurnya menggunakan galvanis atau pipa biasa tanpa tabung. Strukturnya menggunakan bahan tersebut dari header hingga ujung paling belakang.

Selain itu, jika anda ingin mengganti knalpot menjadi racing, sebaiknya pertimbangkan dengan tepat. Semua harus diukur mulai dari diameter hidernya.

Sebaiknya jangan hanya mengandalkan dari segi suara knalpot itu saja. Misalnya mengganti knalpot pada motor jenis Yamaha Scorpio.

Jika diukur dengan jangka sorong, ukuran leher diameter knalpot sekitar 34,5 mm. Sedangkan ukuran diameter luarnya terdapat angka sekitar 49,5 mm.

Dari sini saja sudah terlihat jelas selisihnya kurang lebih 15 mm karena ada lapisan pada leher knalpot. Namun ukuran knalpot racing bisa berubah sesuai dengan kebutuhan setting engine.

Jika permasalahan terletak pada diameter knalpot racing, coba lihat pada bagian dalam dan luarnya. Apakah memiliki ukuran yang sama atau berbeda.

Baca Juga : Komponen Fuel Pump Motor, Mempengaruhi Kinerja Mesin Kendaraan

Jika leher memiliki ukuran kecil, maka akselerasi pada kendaraan lebih cepat naik. Berbeda dengan diameter leher knalpot yang berukuran besar, justru akselerasi menjadi lemot.

Sehingga jika anda ingin mengganti standar menjadi racing, perhatikan ukuran diameternya. Hal ini bertujuan agar knalpot bisa bekerja dengan maksimal.

Sisi Positif dan Negatif Penggunaan Knalpot Racing

Jika bisa anda lihat saat ini penggunaan diameter knalpot racing sudah cukup banyak. Selain karena suaranya yang keras, desainnya pun lebih menarik.

Pada umumnya anak mudalah yang banyak memilih mengganti knalpot standarnya. Hal ini karena modifikasi saat ini memang kerap sekali terjadi. 

Banyak alasan mengapa sebagian besar orang sering memilih knalpot racing daripada standar. Berikut ini ada beberapa segi pandangan positif dan negatif menggunakan knalpot racing.

Segi Positif

  • Menggunakan knalpot racing mampu mendongkrak tenaga dari putaran atas hingga bawah.
  • Berfungsi sebagai speaker dari deru mesin 2 silinder yang merdu suaranya.
  • Diameter knalpot racing juga berpengaruh pada suaranya yang keras sehingga membuat kendaraan lain lebih waspada.

Segi Negatif

  • Suaranya yang berisik terkadang justru dapat mengganggu para pengendara lain.
  • Knalpot dengan suara keras ini juga tidak aman jika bertemu polisi. Bahkan justru bisa tertangkap.
  • Menghasilkan suara keras sehingga bisa mengganggu pengemudi maupun orang yang bonceng.

Banyak perbedaan yang terlihat dari diameter knalpot racing dengan versi standar. Adapun hal yang paling menonjol bisa terlihat dari ukurannya. Selain itu, suara dari knalpot racing juga lebih keras daripada knalpot standar. (R10/HR-Online)

Baca Juga : Fungsi Lubang Kecil pada Rem Cakram Motor

The post Diameter Knalpot Racing, Berbeda Jauh dengan Ukuran Standarnya appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/10/diameter-knalpot-racing/

Tags :

bm

Jasa Google Ads

Seo Construction

I like to make cool and creative designs. My design stash is always full of refreshing ideas. Feel free to take a look around my Vcard.

  • Jasa Google Ads
  • Menuu.id
  • Jl. Veteran, Denpasar, bali
  • iklan.menuu@gmail.com
  • +63 9291 63 2064