Vaksin Merah Putih Tak Terpengaruh Mutasi Corona, 2021 Siap Produksi

Vaksin Merah Putih Tak Terpengaruh Mutasi Corona, 2021 Siap Produksi

Pemerintah memastikan vaksin merah putih akan siap pada pertengahan tahun 2021. Vaksin Covid-19 buatan Indonesia ini juga tidak akan terpengaruh mutasi virus Corona baru yang belakangan makin banyak ditemukan di berbagai kota.

“Pemerintah akan segera membentuk konsorsium khusus vaksin ini untuk mengawalnya. Dari sejak kajian tentang bibit vaksin hingga tahap produksinya,” kata Menteri Riset dan Teknologi, Prof Bambang Brodjonegoro dalam keterangannya secara daring, Rabu (02/09/2020) lalu.

Hingga saat ini sudah ada lima lembaga yang terlibat dalam pengembangan vaksin virus Corona dari Indonesia ini. Mereka adalah Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, LIPI, UI, ITB, dan Unair Surabaya.

Vaksin merah putih, menurut Bambang Brodjonegoro, adalah vaksin Covid-19 yang bibitnya mendapat penelitian, pengembangan hingga memproduksinya pun di Indonesia. Vaksin ini sangat penting untuk memenuhi besarnya kebutuhan untuk seluruh penduduk.

LBM Eijkman sedang mengembangkan vaksin dengan tiga platform. Yaitu platform sub-unit protein rekombinan berbasis sel mamalia, yang berbasis sel ragi, dan vaksin yang melemahkan virus.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Sinovac Uji Klinis Tahap Terakhir, Diproduksi Awal 2021

Sedangkan LIPI juga mengembangkan vaksin Corona berdasarkan sub-unit protein rekombinan seperti Eijkman. Universitas Indonesia (UI) sedang mengembangkan vaksin dengan tiga platform. Yaitu platform DNA, RNA, dan berdasarkan Virus-like particles (VLPs).

Untuk ITB (institut Teknologi Bandung) maupun Universitas Airlangga (Unair) juga sedang mengembangkan vaksin merah putih dengan platform yang sama, yaitu adenovirus.

“Pengadaan vaksin Corona buatan Indonesia ini menggunakan pendekatan ‘cepat, efektif, mandiri’. Ini penting untuk memenuhi kebutuhan penduduk Indonesia yang besar,” tegas Menristek yang juga Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional ini.

Target Vaksin Merah Putih

Pendekatan yang ‘cepat, efektif, mandiri’ dalam proses pembuatan vaksin merah putih ini, menurut Menristek, agar Indonesia bisa mandiri tanpa tergantung dari negara lain. Apalagi jika pemberian vaksin tidak hanya sekali melainkan harus beberapa kali.

Berdasarkan perhitungan kebutuhan seluruh penduduk Indonesia terhadap vaksin ini, Bambang Brodjonegoro menargetkan produksi vaksin Corona ini sebanyak 300 hingga 400 juta ampul. Jumlah ini bisa meningkat jika pemberian vaksin harus lebih dari dua kali.

Baca juga: Vaksin Virus Corona yang Sedang Diuji Klinis di WHO, Apa Saja?

Untuk produksi vaksin buatan Indonesia ini rencananya akan melibatkan PT Biofarma. Perusahaan farmasi BUMN ini saat ini juga sedang bekerja sama dengan perusahaan China untuk memproduksi vaksin Corona Sinovac.

Kapasitas produksi Biofarma, menurut Menristek, hanya mampu menghasilkan sekitar 200 juta vaksin. Karena itu kekurangan produksi vaksin merah putih ini nantinya akan bekerja sama dengan sejumlah perusahaan farmasi dalam negeri lainnya.

Sedangkan target penelitian vaksin karya Indonesia ini, Bambang menargetkan  bisa selesai pada akhir tahun ini. Yaitu dengan mengujinya pada hewan. Dengan begitu pada awal tahun 2021 bisa melakukan uji klinis vaksin terhadap manusia.

“Target kami vaksin merah putih akan mulai produksi dan bisa tersebar ke masayarakat pada triwulan ketiga tahun depan,” kata Menristek. Meskipun begitu target ini juga bisa lebih cepat agar bisa segera bermanfaat untuk semua orang.

Vaksin Kerja Sama Internasional

Selain vaksin buatan Indonesia sendiri, Menristek juga menyatakan dukungannya terhadap sejumlah vaksin melalui kerja sama internasional. Seperti vaksin Sinovac dan vaksin Sinopharm.

Vaksin Sinovac merupakan kerja sama Biofarma Indonesia dengan Sinovac China. Vaksin ini masih sedang dalam tahap uji klinis tahap tiga yang digelar di sejumlah tempat di Jawa Barat.

Baca juga: Cerita Gubernur Jabar, Was-was Jelang Uji Klinis Vaksin Corona

Sedangkan vaksin Sinopharm melalui kerja sama tiga negara, yaitu perusahaan farmasi Kimia Farma, Sinopharm Tiongkok, dan perusahaan Group-42 (G-42) dari UEA (Uni Emirat Arab).

Jika vaksin Sinovac melakukan uji klinis di Indonesia, maka vaksin Sinopharm melaksanakan uji klinis di Uni Emirat Arab. Kepala BPOM baru saja dari UEA untuk memastikan pelaksanaan uji klinis apakah berjalan sesuai standar.

Semua pihak tentu berharap dengan hadirnya vaksin merah putih dan beberapa vaksin virus Corona hasil kerja sama internasional dapat segera mengatasi pandemi Covid-19. Masyarakat sudah menantikan hadirnya vaksin Corona yang aman dan efektif agar mereka kembali ke kehidupan normal. (R11/HR-Online)

The post Vaksin Merah Putih Tak Terpengaruh Mutasi Corona, 2021 Siap Produksi appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/09/vaksin-merah-putih/
Langganan Software

© 2020 MENUU.ID | Jasa Iklan Google Adwords - Google Ads Service