Program Kuota Internet Gratis, 35 Persen Siswa di Banjar Belum Terdaftar

Program Kuota Internet Gratis, 35 Persen Siswa di Banjar Belum Terdaftar

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Pemerintah pusat melalui Kemendikbud, bakal memberikan bantuan kuota internet gratis.

Kuota gratis itu diberikan kepada siswa dan mahasiswa untuk menunjang sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Rencananya pendaftaran program bantuan kuota internet gratis untuk para pelajar tersebut akan berakhir pada tanggal 11 September 2020 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, Lukman Hakim, melalui Kabid. Dikdas, Ahmad Yani, mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan proses pendataan nomor handphone siswa peserta didik.

Pendataan dilakukan agar nomor handphone siswa peserta didik bisa langsung segera dimasukkan dalam data pokok kependidikan (Dapodik), untuk selanjutnya didaftarkan program kuota internet gratis.

“Kami masih dalam proses penyelesaian pendataan. Tinggal sekitar 35 persen lagi yang belum terinput,” kata Yani, kepada Koran HR, Selasa (01/09/2020).

Ia juga menyebutkan, sampai saat ini, dari 85 jumlah total sekolah dasar (SD), baik negeri maupun swasta yang ada di Kota Banjar, baru sekitar 50 SD yang telah menyerahkan nomor handphone siswanya kepada Disdikbud Kota Banjar, dan sudah dimasukkan ke dalam Dapodik.

Sedangkan, untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), dari total jumlah 25 SMP di Kota Banjar, baru 5 sekolah saja yang sudah menyelesaikan proses pendataan tersebut.

Pada masa tahun ajaran ini, lanjut Yani, tercatat untuk siswa SD di Kota Banjar jumlahnya mencapai 15.415 orang. Sementara untuk siswa SMP ada sebanyak 8.040 orang.

“Jadi masih ada sekitar 35 persen jumlah siswa SD dan SMP yang belum menyerahkan data nomor handphone siswa-siswinya. Nanti kami dorong biar dikebut,” katanya.

Data sebanyak 35 persen yang belum didaftarkan oleh pihak sekolah itu karena ada kendala kesibukan. Selain itu, ada sebagian pihak sekolah yang kurang pro aktif, terutama dari sekolah swasta.

“Nanti akan kami dorong dan berikan arahan agar secepatnya melakukan pendataan. Mungkin saat ini masih dalam tahap proses penyelesaian,” ujar Yani.

Belum Menyerahkan Data

Sementara itu, Kepala SDN 3 Batulawang, Jeje, yang kebetulan tengah mengurus administrasi di Disdikbud Kota Banjar, mengakui kalau pihak sekolahnya pun belum menyerahkan data nomor handphone para peserta didiknya.

Ia berdalih, saat ini para tenaga pendidik di sekolahnya tengah sibuk mengurus sistem pembelajaran tatap muka di sekolah, berikut menyiapkan protokol kesehatan. Adapun jumlah siswa di sekolahnya sebanyak 98 orang.

“Lagi pada sibuk. Nanti saya koordinasi lagi sama tenaga pendidik di sekolah biar anak-anak bisa dapat fasilitas internet gratis,” ujar Jeje.

Menanggapi hal itu, Ketua Forum Pemuda Peduli Pendidikan Kota Banjar, Dicky Agustav, mengatakan, semestinya semua pihak, terutama pihak sekolah bertindak pro aktif melakukan pendataan, serta menyiapkan kelengkapan persyaratan administrasi yang dibutuhkan.

Menurutnya, bantuan kuota internet gratis yang diperuntukkan bagi siswa dan guru tersebut sangat penting, sebagai fasilitas penunjang berlangsungnya proses kegiatan pembelajaran jarak jauh.

Selain itu, bantuan kuota internet gratis juga dapat membantu meringankan beban ekonomi orang tua para peserta didik.

“Saya berharap pihak sekolah serta dinas terkait lebih pro aktif lagi memperjuangkan kuota internet untuk kebutuhan pendidikan. Saya juga pernah melihat secara langsung pendataan nomor handphone anak ke dalam Dapodik, dan itu tidaklah sulit. Jadi bisa secepatnya dilakukan pendataan,” tandasnya. (Muhlisin/Koran HR)

The post Program Kuota Internet Gratis, 35 Persen Siswa di Banjar Belum Terdaftar appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/09/program-kuota-internet-gratis-35-persen-siswa-di-banjar-belum-terdaftar/
Langganan Software

© 2020 MENUU.ID | Jasa Iklan Google Adwords - Google Ads Service