Dekan di Ciamis Ini Tak Setuju Pilkada Digelar di Tengah Wabah Covid-19

Dekan Fisip Unigal Ciamis

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Rencana Pilkada serentak 2020 di sejumlah daerah dikomentari oleh Dekan Fisip Universitas Galuh, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Aan Anwar, H, SIP, M.Si.

Aan menilai penyelenggaraan Pilkada serentak pada Desember mendatang dengan alasan memenuhi hak politik warga negara kurang tepat. Hal ini lantaran, hak kesehatan warga negara lebih penting.

“Sekarang tren positif Covid-19 skala nasional ada pada angka 4.000 per harinya. Sehingga nyawa manusia lebih penting daripada hak politik seseorang. Ini yang harus menjadi sebuah pertimbangan juga bagi pemerintah pusat,” katanya, Jum’at (25/9/2020).

Menurut Aan, apabila Pilkada tetap dilaksakan, ia menduga partisipasi pemilih akan menurun secara signifikan. Selain itu, bukan tidak mungkin tren golput semakin tinggi.

“Jangankan untuk berpikir datang ke tempat pemungutan suara (TPS), mengenali rekam jejak pasangan calon, dan mengikuti kampanye. Pastinya rakyat tidak akan terpikir ke sana,” lanjutnya.

Fokus masyarakat saat ini, kata Aan, adalah bagaimana menjalani kehidupan new normal dengan bayang-bayang Covid-19 dan cara menyelamatkan diri dari Covid-19 tersebut.

“Harusnya Pemerintah Pusat memikirkan pula kualitas penyelenggaraan Pilkada. Mulai dari aspek penyelenggara pemilu, aspek peserta pemilu dan aspek pemilih,” jelasnya.

Aan berharap pemerintah bisa berpikir jernih, jangan sampai mengorbankan masyarakat demi politik.

“Pemerintah perlu berfpkir jernih. Jangan sampai gegara ambisi politik malah mengorbankan rakyat banyak,” katanya.

Dekan Fisip Unigal Ciamis ini mengaku khawatir jika pelaksanaan Pilkada dipaksakan, maka tren positif Covid-19 akan meningkat signifikan.

“Takutnya nanti setelah proses pemilihan tiba-tiba banyak rakyat yang kena Covid-19. Siapa yang akan bertanggung jawab? KPU atau Pemerintah?” Tegasnya.

Menurut Aan, Pemerintah dan DPR sudah semestinya bersikap tegas dan memiliki kepekaan tinggi. Ia berharap Pemerintah tidak memanfaatkan situasi darurat ini untuk kepentingan politik semata.

“Pertimbangkan kembali dengan matang serta tantangan yang akan dihadapi. Pilkada ini bukan hanya ajang seremonial belaka dan menggugurkan kewajiban. Sebab, biaya yang dikeluarkan untuk Pilkada juga bukan jumlah yang sedikit,” tandasnya. (Fahmi/R7/HR-Online)

The post Dekan di Ciamis Ini Tak Setuju Pilkada Digelar di Tengah Wabah Covid-19 appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/09/dekan-di-ciamis-ini-tak-setuju-pilkada-digelar-di-tengah-wabah-covid-19/

Tags :

bm

Jasa Google Ads

Seo Construction

I like to make cool and creative designs. My design stash is always full of refreshing ideas. Feel free to take a look around my Vcard.

  • Jasa Google Ads
  • Menuu.id
  • Jl. Veteran, Denpasar, bali
  • iklan.menuu@gmail.com
  • +63 9291 63 2064