Bus Ranginang, Masih jadi Penunggu Garasi Kantor Dishub Banjar

Bus Ranginang Masih jadi Penunggu Garasi Kantor Dishub Banjar

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Hampir setahun sejak penyerahan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pada tanggal 30 Desember tahun 2019 lalu, bus wisata bernama Ranginang milik Pemkot Banjar masih terparkir jadi penunggu garasi mobil di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjar.

Bus berwarna orange yang digadang-gadang menjadi daya tarik wisatawan untuk mengenalkan destinasi wisata yang ada di Kota Banjar itu, belum pernah terlihat berkeliling ‘Rame-rame Ngiring Senang’ bersama warga.

Kepala Dishub Kota Banjar, Ajat Sudrajat, melalui Kabid. Lalu Lintas Angkatan Jalan, Fera Mada Pratama, membenarkan, bahwa sejak penyerahan dari Gubernur Jabar, bus tersebut memang “tara wisata” keliling Kota Banjar.

“Ya, memang selama ini masih terparkir di garasi Dinas Perhubungan, dan baru sekali digunakan pada waktu ada acara ulang tahun Kota Banjar Februari lalu,” kata Fera, saat ditemui usai rapat di Gedung DPRD Kota Banjar, Selasa (08/09/2020).

Menurutnya, masih terparkirnya bus wisata bantuan Provinsi Jawa Barat itu karena selama ini pihak Dishub masih terkendala beberapa hal.

Yakni belum adanya regulasi tentang kewenangan pengelolaan dari Pemkot Banjar. Sehingga, belum bisa dilakukan pelimpahan aset.

“Kami masih menunggu sampai ada regulasi atau Perwal. Renacannya dulu itu akan dikelola oleh Disporapar selaku dinas yang membidangi pariwisata,” ujarnya.

Pengelolaan Bus Ranginang Sudah Dibahas

Fera juga menjelaskan, sebetulnya dulu pengelolaan bus Ranginang sudah pernah dibahas oleh Dishub bersama Disporapar. Bahkan, pihak Disporapar sendiri sudah melakukan study banding, dan pemetaan jalur spot wisata yang akan dilalui bus Ranginang.

Tapi mungkin karena kemarin Kepala Bidang Pariwisatanya sudah pensiun, dan baru ada pergantian, jadi sampai saat ini belum ada pembahasan kembali untuk penggunaan bus pariwisata keliling tersebut.

Rencananya pengelolaan bus pariwisata Ranginang akan dikelola oleh Disporapar. Mengingat di daerah lain pun pengelolaannya oleh Dinas Pariwisata melaui tim promosi wisata daerahnya.

“Bus Ranginang itu tujuannya kan untuk menunjang sektor pariwisata. Jadi, pengelolaannya juga bukan pada kami. Nanti kami koordinasikan lagi dengan dinas terkait sambil menunggu ada Perwal-nya,” terang Fera.

Dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kota Banjar, Ira Khairunnisa, mengatakan, untuk bus Ranginang dan pengembangan sektor pariwisata saat ini tengah dilakukan pembahasan.

“Untuk pengelolaan itu, saat ini kami masih melakukan pembahasan mengenai kelanjutannya,” singkat Ira.

Sebelumnya, saat acara di Situ Leutik pada hari Minggu (06/09/2020), Kepala Disporapar Kota Banjar, Nana Suryana, mengatakan, untuk menunjang program pengembangan sektor ekonomi pariwisata, pihaknya tengah menyiapkan konsep penataan kawasan destinasi wisata Situ Leutik.

Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan pengajuan anggaran Dana Insentif Daerah (DID) untuk pengembangan pariwisata yang ada di Kota Banjar.

Sektor Pariwisata Belum Ajukan DID

Sementara itu, terkait pengajuan DID kepada pemerintah pusat, Kepala Bidang Anggaran BPPKAD Kota Banjar, Asep Mulyana, mengatakan, sampai saat ini pihak Disporapar baru akan mengajukan DID untuk pengembangan sektor ekonomi pariwisata.

Sementara, untuk dinas atau OPD lain yang sudah mengajukan diantaranya Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas PUPRK, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas KUKMP, dan RSUD Kota Banjar.

“Sudah kami ajukan, tinggal menunggu verifikasi dari pemerintah pusat. Kemarin yang terakhir akan mengajukan itu Disporapar,” katanya.

Asep juga menjelaskan bahwa, pada program DID, tidak semua OPD bisa mengajukan anggaran. Berdasarkan petunjuk yang ada, program tersebut hanya diperuntukkan bagi tiga sektor, yakni pemulihan ekonomi, program sosial, dan program kesehatan.

Selebihnya, untuk program yang lain tidak bisa dimasukkan dalam tiga program tersebut. Karena, bantuan insentif daerah murni untuk pemulihan sektor ekonomi, sosial, dan kesehatan akibat dampak pandemi Covid-19.

“Tidak semua dinas bisa menyerap, dan anggaran itu juga tidak boleh untuk membayar honorer atau perjalan dinas. Jadi murni untuk pemulihan dampak pandemi. Semoga nanti bisa terealisasi,” jelas Asep. (Muhlisin/Koran HR)

The post Bus Ranginang, Masih jadi Penunggu Garasi Kantor Dishub Banjar appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/09/bus-ranginang-masih-jadi-penunggu-garasi-kantor-dishub-banjar/
Langganan Software

© 2020 MENUU.ID | Jasa Iklan Google Adwords - Google Ads Service