Sejarah Peristiwa Rengasdengklok: Kesaksian Shigetada Nishijima

Sejarah Peristiwa Rengasdengklok: Kesaksian Shigetada Nishijima

Sejarah peristiwa Rengasdengklok diceritakan setengah-setengah di dalam buku sejarah. Padahal menurut kesaksian Shigetada Nishijima peristiwa tersebut sangatlah panjang. Lantas bagaimana kisahnya, dan siapa itu Shigetada Nishijima?

Sejarah Peristiwa Rengasdengklok, Berawal dari Penemuan Dokumen Shigetada Nishijima

Detik-detik proklamasi adalah saat-saat yang genting sekaligus penting dalam catatan sejarah bangsa Indonesia. Namun, menurut ST. Sularto, dalam bukunya berjudul “Konflik di Balik Proklamasi” (2010: 141), hingga kini masih banyak sejarah seputar proklamasi yang belum lengkap dipublikasikan secara rinci.

Baca Juga: Presiden Soekarno Wafat, Hari-hari Terakhir Sang Proklamator yang Tragis

Padahal sangat penting untuk mengisahkan kembali sejarah seputar proklamasi sehingga gambaran dan urutan peristiwa dapat disimak dengan lebih urut. Serta dapat dipahami secara utuh dan tidak setengah-setengah.

Termasuk sejarah peristiwa Rengasdengklok yang selama ini dianggap sebagai awal dari peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia.

ST. Sularto menemukan salah satu dokumen seputar detik-detik proklamasi yang cenderung rahasia. Bahan dokumen ini ditemukan di Rijksinstituut voor Oorlogsdocumentatie atau Lembaga Kerajaan untuk Dokumentasi Perang di Amsterdam, Belanda.

Adapun isi dokumen tersebut adalah kesaksian Shigetada Nishijima, salah seorang juru bicara Laksamana Maeda.

Laksamana Maeda merupakan atasan Shigetada Nishijima di kantor Bukanfu (Kantor Penghubung Angkatan Laut Jepang).

Baca Juga: Kontroversi Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Merumuskan Dasar Negara?

Kesaksian Shigetada Nishijima terkait sejarah peristiwa Rengasdengklok berbentuk catatan juru bicara pada peristiwa penting seputar kemerdekaan Indonesia.

Isi dokumen ini amat penting dan belum pernah dipublikasikan, tetapi karena keterbatasan kemampuan dan ruang yang cenderung sempit, membuat hal ini tidak terlalu banyak dimengerti publik, karena terkendala bahasa.

Akan tetapi penelusuran bahan di Amsterdam ini berhasil diterjemahkan oleh sejarawan Sarwono Pusposaputro, ujar ST. Sularto (2010:142).

Adapun isi dokumen yang berisi kesaksian dari Shigetada Nishijima yaitu salah satunya, menceritakan bagaimana sejarah peristiwa Rengasdengklok dimana Sukarno dan Hatta diculik ke Rengasdengklok.

Shigetada menyebut peristiwa ini dimulai jauh sebelum rencana proklamasi dilakukan. Shigetada menjelaskan proses peristiwa penculikan Sukarno Hatta ke Rengasdengklok berawal dari sebelum Sukarno dan Hatta berangkat ke Saigon.

Sepulang dari Saigon Sukarno Hatta Dilanda Kebingungan

Sebelum Sukarno berangkat ke Saigon pada tanggal 9 Agustus 1945 pengangkatan para anggota Badan Persiapan Kemerdekaan yang dibentuk oleh Jepang sudah tersedia.

Sukarno dan Hatta pun diundang guna menghadiri rapat tersebut sekaligus menerima jabatan baru sebagai wakil umum dari Badan Persiapan Kemerdekaan.

Namun menurut kesaksian Shigetada Nishijima, awal mula sejarah peristiwa Rengasdengklok saat kepulangan Sukarno dan Hatta dari Saigon,

Keduanya nampak setengah bingung. Adapun Sukarno dan rombongan pulang ke Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1945 dengan selamat.

Dalam catatan Shigetada yang ditemukan ST. Sularto di Amsterdam itu menyebut bahwa pada tanggal 15 Agustus 1945, sekitar pukul 3 atau 4 sore, Sukarno, Hatta, dan A. Subarjo datang ke kantor Bukanfu,  atauKantor Penghubung Angkatan Laut Jepang, tempat Shigetada bekerja.

Shigetada menyebut kedatangan mereka bertiga nampak seperti kebingungan karena berkali-kali ingin bertemu dengan pemimpin Penghubung Angkatan Laut Jepang bernama, Laksamana Maeda.

Hal ini dilakukan karena Sukarno, Hatta, dan A. Subarjo ingin menanyakan kabar kekalahan Jepang yang didengarnya lewat siaran radio dunia. Di Radio santer diberitakan Jepang telah menyerah kalah kepada Sekutu.

Pada bagian sejarah peristiwa Rengasdengklok diceritakan setelah Maeda datang dan menyimak pertanyaan Sukarno dan kawan-kawan, akhirnya Maeda menjawab.

Pada intinya Laksamana Maeda tidak dapat menjelaskan mengenai kekalahan Jepang, dan ia sendiri belum menerima berita apapun mengenai hal tersebut. Jadi menurut Maeda, ia tidak bisa mengatakan dengan pasti apakah berita itu benar atau tidak.

Jawaban Laksamada Maeda Membuat Sukarno dan Hatta Diculik ke Rengasdengklok

Menurut kesaksian Shigetada Nishijima pada pagi hari sekali, tanggal 16 Agustus 1945 sekitar pukul 11.00, ia mendengar kabar dari A. Subardjo bahwa Sukarno dan Hatta hilang entah kemana. Momentum inilah yang sering dikenal publik sebagai peristiwa Rengasdengklok.

Shigetada menduga bahwa peristiwa ini terjadi karena Sukarno didesak para pemuda untuk memproklamasikan kemerdekaan dengan cepat, dan tidak perlu menunggu persetujuan Jepang karena negara itu sudah kalah perang.

Kesaksian Nishijima terkait sejarah peristiwa Rengasdengklok menyebutkan dugaan Laksamana Maeda lain dengan Nishijima. Maeda menduga Sukarno dan Hatta diculik oleh pemerintah militer Jepang sebagai bentuk jaga-jaga, sebelum Sekutu menggunakan tokoh terkemuka ini dan mengajak kerjasama.

Kemudian Laksamana Maeda pergi ke Gunseikanbu (Kantor Pusat Pemerintahan Militer Jepang), dan melaporkan peristiwa tersebut, namun jawabannya nihil.

Setelah menemui Wikana (Soenoto) dan menanyakan keberadaan Sukarno dan Hatta, barulah jawaban yang akurat ditemukan. Wikana mengaku kelompok muda yang dipimpin dirinya telah menculik Sukarno dan Hatta ke Rengasdengklok.

Hal ini dilakukan sebagai upaya perlawanan sekaligus pengakuan bahwa kemerdekaan yang diraih oleh bangsa Indonesia murni milik rakyat bukan milik Jepang.

Begitulah sejarah peristiwa Rengasdengklok yang dikemukakan oleh Shigetada Nishijima, seorang saksi sejarah kemerdekaan yang meninggalkan catatannya yang dapat dijadikan sebagai bahan penulisan sejarah. (Erik/R7/HR-Online)

The post Sejarah Peristiwa Rengasdengklok: Kesaksian Shigetada Nishijima appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/08/sejarah-peristiwa-rengasdengklok-kesaksian-shigetada-nishijima/
Langganan Software

© 2020 MENUU.ID | Jasa Iklan Google Adwords - Google Ads Service