Cara Kerja Enzim, Pengertian, Teori dan Penjelasannya

Cara Kerja Enzim

Cara kerja enzim sangat berkaitan dengan segala aktivitas dari proses metabolisme yang ada di dalam tubuh organisme makhluk hidup. Sebuah metabolisme tak akan menjadi sempurna tanpa adanya enzim yang bekerja. Oleh karena itu, untuk mengetahui apa itu enzim dan bagaimana cara ia berproses, dapat disimak penjelasan di bawah ini.

Cara Kerja Enzim

Sebelum mengetahui cara kinerja dari enzim, sebaiknya wajib diketahui apa yang dinamakan enzim. Dikutip dari Wikipedia, enzim ialah biomolekul yang berupa protein yang memiliki fungsi sebagai katalis pada reaksi kimia organik.

Sementara arti kata katalis adalah senyawa yang dapat mempercepat proses terhadap reaksi tanpa habis melakukan reaksi. Molekul awal disebut juga dengan substrat. Ia akan dipercepat untuk terjadi perubahan molekul yang biasa disebut dengan produk.

Seluruh proses biologi dari sel membutuhkan enzim supaya mampu melangsungkan dengan cepat pemrosesan metabolisme dalam tubuh makhluk hidup.

Dengan arti lain jika enzim merupakan sebuah senyawa yang terdiri dari komponen-komponen protein serta katalik. Kemudian memiliki nilai fungsi dalam mempercepat proses metabolisme di dalam tubuh organisme makhluk hidup. Inilah yang dapat dikatakan sebagai cara kerja enzim pada organisme.

Komponen-komponen tersebut sangat penting dikarenakan jika tak akan bisa mempercepat yakni dengan menurunkan energi aktivasi yang diperlukan ketika reaksi metabolisme tersebut akan dilakukan.

Enzim tersusun dari protein (apoenzim) dan juga senyawa non protein atau cofactor. Sebuah ciri yang membedakan enzim dengan protein yang lain adalah sifat katalik tersebut.

Sifat tersebut didapat dari gugus cofactor berupa senyawa anorgani (ion logam) atau senyawa organik (koenzim dan gugus prostetic). Kinerja dari enzim ini dipengaruhi oleh faktor-faktor diantaranya adalah substrat, keasaman, suhu, inhibitor, dan cofaktor.

Baca Juga: Titrasi Asam Basa, Pengertian, Cara Kerja dan Kegunaannya

Sistem Kinerja Enzim

Sistem atau cara kerja enzim ini pada reaksi metabolisme didalam tubuh organisme adalah dengan menurunkan energi aktivasi. Energi tersebut adalah energi yang diperlukan dalam memulai suatu reaksi.

Dimana dengan cara meminimalkan ‘cost‘, sehingga proses tersebut akan berlangsung dapat dilakukan lebih cepat. Energi aktivasi tersebut dapat diumpamakan sebagai ‘biaya operasional’ dalam suatu produksi.

Lalu, semakin rendah biaya operasional yang dikeluarkan, maka akan semakin cepat pula proses yang dikerjakan. Cara kinerja dari enzim ini dalam mempercepat terhadap reaksi kimia yakni dengan berinteraksi bersama dengan substrat.

Selanjutnya, substrat tersebut diubah menjadi sebuah produk. Jika telah terbentuk sebuah produk, maka enzim akan melepaskan diri dari substrat tersebut. Hal tersebut terjadi karena enzim tak mampu bereaksi dengan substrat.

Ada dua teori yang menunjukkan tentang cara kerja enzim ini. Teori tersebut antara lain:

Baca Juga: Cara Kerja Rekayasa Genetika

Teori Gembok Kunci

Teori ini dikemukakan oleh Emil Fischer (1894). Menurutnya, enzim tak dapat berikatan dengan substrat yang mempunyai bentuk yang spesifik atau sama dengan sisi yang aktif dari enzim.

Dapat dikatakan juga jika hanya substrat yang memiliki bentuk cocok secara spesifik yang bisa berhubungan terhadap enzim tersebut. Sehingga, teori ini dinamakan dengan teori gembok kunci.

Perumpamaan substrat adalah gembok, sedangkan enzim diperumpamakan sebagai kunci. Sementara, gembok dan juga kunci memiliki kecocokan dengan sisi yang sama agar dapat membuka atau juga sebaliknya.

Teori cara kerja enzim tersebut memiliki kekurangan yakni tak mampu menjelaskan bagaimana kestabilan dari enzim. Kestabilan tersebut didapat ketika peralihan titik pada reaksi enzim.

Teori Induksi

Teori ini juga merupakan teori yang menggambarkan tentang cara kerja dari enzim. Pemakaian teori ini dilakukan pada tahun 1958 oleh Daniel Koshland.

Menurutnya, enzim mempunyai sisi yang aktif dan juga fleksibel. Walau demikian, sisi tersebut memiliki titik pengikatan yang spesifik atau sama persis. Dengan demikian, hanya substrat yang memiliki titik pengikatan yang juga spesifik yang akan menginduksi terhadap sisi aktif dari enzim.

Kemudian akan menghasilkan kecocokan atau pas dalam membentuk substrat. Teori yang dikemukakan oleh Daniel Koshland ini mampu menjawab kekurangan yang terdapat pada teori gembok kunci yang telah dikemukakan terlebih dahulu.

Sehingga, teori ini pun merupakan teori yang paling banyak diakui para peneliti dalam menjelaskan bagaimana cara kerja enzim pada organisme. (R10/HR Online)

The post Cara Kerja Enzim, Pengertian, Teori dan Penjelasannya appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/08/cara-kerja-enzim-pengertian-teori-dan-penjelasannya/
Langganan Software

© 2020 MENUU.ID | Jasa Iklan Google Adwords - Google Ads Service