Budaya Literasi di Desa Harumandala Pangandaran Masih Rendah

Budaya Literasi di Desa Harumandala Pangandaran

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Duta Baca Kabupaten Pangandaran Perwakilan Desa Harumandala, Irfan Afandi, mengakui bahwa budaya literasi atau minat baca di Harumandala masih sangat rendah.

“Kami melakukan survey, keterampilan membaca di Desa Harumandala masih berada pada peringkat bawah. Fakta ini membuka mata kita semua, akan kemampuan atau minat baca di Desa Harumandala,” ungkapnya kepada HR Online, Minggu (16/08/2020).

Irfan menjelaskan, untuk meningkatkan minat baca maka harus menumbuhkan budaya literasi itu sendir, yaitu dengan membiasakan membaca buku.

Menurutnya, cara tersebut dianggap bisa menumbuhkan minat baca, dan meningkatkan keterampilan membaca supaya pengetahuan bisa dikuasai secara lebih baik. 

“Jika kebiasaan membaca sudah tertanam, maka tahap selanjutnya yaitu membentuk karakter gemar membaca. Dan akhirnya, memiliki budaya membaca yang baik,” ucapnya.

Baca Juga : Bunda Literasi Berharap Minat Baca di Pangandaran Meningkat

Menurut Irfan, orang yang tidak membudayakan membaca merupakan cerminan belum mempunyai literasi informasi dengan baik. 

“Oleh karena itu, untuk menjadikan insan dengan literasi informasi yang baik, maka perlu pembiasaan membaca,” terangnya.

Ditambahkannya, dengan melihat kondisi seperti itu, maka perlu melakukan gerakan minat baca serempak di Desa Harumandala yang dikembangkan di dusun-dusun. Baik langsung pada masyarakat atau juga dari jenjang Sekolah Dasar sampai jenjang pendidikan selanjutnya.

Tahapan untuk Menumbuhkan Budaya Literasi di Pangandaran

Irfan menuturkan, supaya lebih efisien, maka gerakan untuk menumbuhkan minta baca ini dilaksanakan dengan tiga tahapan. Diantaranya, penumbuhan minat baca melalui kegiatan 15 menit membaca buku non-pelajaran. Di mulai dari keluarga dan lingkungan sekitar.

Kemudian meningkatkan kemampuan literasi lewat kegiatan menanggapi buku pengayaan di tiap dusun. Dan langkah terakhir meningkatkan kemampuan minat baca di semua mata pelajaran.

Menurutnya, jika ketiga tahapan ini terlaksana dengan baik, niscaya kemauan membaca bakal meningkat.

“Bahkan ada kesadaran untuk membaca, bisa karena biasa. Hal ini sudah terbukti pada LISAN ALMISRI binaan Ade khozanah (duta baca Jawa Barat 2020.red),” ucapnya.

“Sadar atau tidak, budaya atau minat baca tidak terpisahkan dari dunia pendidikan,” imbuhnya.

Literasi menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang diperolehnya di bangku sekolah. “Minat baca juga terkait dengan kehidupan peserta didik, baik di rumah maupun di lingkungan sekitarnya,” lanjutnya.

Mengapa Perlu Adanya Gerakan Literasi ?

Menurut Irfan, perlunya gerakan literasi karena tuntutan keterampilan membaca pada abad 21, yaitu kemampuan memahami informasi secara kritis, analitis, serta efektif.

Selain itu, lanjutnya, proses belajar mengajar di sekolah terhambat oleh adanya kasus virus Corona seperti saat ini. Sehingga, kegiatan membaca di sekolah perlu dikuatkan, dengan cara pembiasaan membaca di keluarga dan masyarakat.

“Adanya gerakan literas dengan menghadirkan Taman Baca Masyarakat (TBM), perpustakaan desa dan jenis lainnya, sangat membantu warga untuk mengakses informasi,” ucanya.

Gerakan minat baca ini juga menekankan pada kegiatan yang mencakup keterampilan berfikir. Yaitu, dengan menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan audio visual.

Sementara untuk mendukung budaya literasi di Desa Harumandala, sama seperti yang dicetus Ade khozanah, dengan mendeklarasikan gerakan minat baca yang dimulai dari setiap dusun.

“Para penggiat sosial yang tergabung, selalu semangat melaksanakan pendampingan pada lapisan masyarakat di Desa Harumandala,” katanya.

Irfan menambahkan, duta baca senantiasa bergerak membimbing, serta membentuk mental para generasi emas.

Kegiatan yang mulia berjalan yaitu mendirikan Taman Baca Masyarakat tingkat dusun. Lalu membimbing dan melatih generasi dalam cipta dan baca puisi, serta menulis cerpen, cerita rakyat dan opini.

“Dalam hal ini kita membuka ruang untuk bersama-sama bergerak mencerdaskan anak bangsa. Karena, mereka adalah sumber kekuatan generasi mendatang,” pungkasnya. (Enceng/R5/HR-Online)

The post Budaya Literasi di Desa Harumandala Pangandaran Masih Rendah appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/08/budaya-literasi-di-desa-harumandala-pangandaran/
Langganan Software

© 2020 MENUU.ID | Jasa Iklan Google Adwords - Google Ads Service