Badai Petir di Jupiter Mengandung Amonia dan Percikan Tak Terduga

Badai Petir di Jupiter

Badai petir di Jupiter berhasil diungkapkan oleh pesawat ruang angkasa milik NASA. Hal ini berdasarkan data yang didapatkan dari misi Juno. Sebagai catatan, Juno merupakan salah satu misi NASA yang diluncurkan ke luar angkasa.

Dilansir dari Scitech Daily, misi Juno milik NASA menyebutkan bahwa Jupiter adalah rumah bagi petir dangkal. Misi ini memang mengorbit planet raksasa atau Jupiter dan sekitarnya. Dari misi ini terlihat pelepasan listrik di Jupiter yang sangat tidak terduga.

Pelepasan listrik tersebut memunculkan petir yang begitu dangkal. Diketahui bahwa petir dangkal tersebut bermula dari aman yang mengandung amonia dan air. Berbeda halnya jika di Bumi, petir berasal dari awan dan juga air saja.

Badai Petir di Jupiter Mengandung Amonia

Badai yang terjadi di planet Jupiter tersebut dikatakan begitu dahsyat. Menariknya, raksasa gas tersebut membentuk batu permata yang mengandung banyak amonia. Tim yang menangani misi Juno menyebutnya sebagai mushballs.

Ada beberapa asumsi teori yang diungkapkan oleh para ilmuwan. Salah satunya adalah muson telah membawa amonia dan air dari atmosfer bagian atas. Kemudian membawa kembali ke bagian dalam atmosfer Jupiter. Hal ini memang mungkin terjadi mengingat adanya badai petir di Jupiter.

Temuan petir dangkal ini sudah diterbitkan dalam jurnal Nature pada Kamis (6/8/2020). Sedangkan penelitian mengenai mushballs akan diterbitkan secara online dalam jurnal Geofisika Research. Jika dibandingkan dengan temuan terdahulu, NASA telah melihat petir Jovian berkedip.

Temuan ini berdasar pada data misi Voyager NASA di tahun 1979. Petir ini diperkirakan sama atau mirip dengan petir yang ada di Bumi. Umumnya petir berasal dari air yang ada di dalam awan kemudian gas. Sama halnya dengan petir di Bumi dan petir Jovian.

Voyager melihat petir di Jupiter dengan jarak sekitar 45 kilometer hingga 65 kilometer. Jarak ini setara dengan 28 mil dan juga 40 mil serta terlihat di puncak awan planet Jupiter. Suhu yang tercatat sekitar 32 derajat Fahrenheit atau setara dengan 0 derajat Celcius.

Pada misi Voyager NASA terlihat kilatan petir tersebut berasal dari awan air yang begitu dalam. Berbeda halnya dengan petir yang berhasil diamati oleh misi Juno. Stellar Reference unit Juno menjelaskan sebuah kisah yang berbeda dari Voyager.

Heidi Becker mengungkapkan bahwa flybys yang ada di dekat Juno memungkinkan untuk melihat sesuatu lebih kecil. Petir dangkal tersebut terlihat dari ketinggian yang lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya. Badai petir di Jupiter ini juga terlihat kuat bahkan dapat melemparkan kristal es yang tinggi.

Kurang lebih dengan ketinggian 25 kilometer atau 16 mil di atas awan Jupiter. Diatasnya terdapat uap amonia atmosfer yang telah meleleh dan membentuk larutan amonia air baru. Suhu yang dimiliki pada ketinggian tersebut yakni minus 120 derajat Fahrenheit.

Suhu tersebut setara dengan minus 88 derajat Celcius yang dikatakan lebih dingin dibandingkan dengan air murni. Amonia akan bekerja sebagai antibeku kemudian menurunkan titik leleh es. Sehingga memungkinkan pembentukan awan dengan air dan amonia.

Baca Juga: Fenomena Aneh Hujan Berlian di Empat Planet Raksasa, Mengapa Terjadi?

Badai Petir di Jupiter Menghasilkan Mushballs

Penemuan badai petir ini sangat mengejutkan sebab awan air amonia tidak ada di Bumi. Kondisi ini membuat tetesan cair amonia dan air dapat bertabrakan dengan kristal es. Kemudian hasilnya akan mengelektrifikasi awan dan memunculkan mushballs.

Faktor terjadinya badai petir di Jupiter masih menjadi teka-teki. Bagaimana cara kerja atmosfer Jupiter hingga dapat memunculkan badai. Instrumen Microwave Radiometer milik Juno menemukan bahwa amonia sudah habis. Bisa dikatakan amonia tersebut telah hilang dari atmosfer Jupiter.

Hal yang membuat bingung adalah jumlah perubahan amonia seperti bergerak ke dalam atmosfer Jupiter. Penelitian ini menjadi fokus utama para ilmuwan terkait dengan penipisan amonia. Jika dikaitkan dengan hujan air amonia, maka tidak akan cukup untuk mencocokkan.

Penemuan petir yang dangkal ini memberikan bukti bahwa amonia telah bercampur dengan air di atmosfer. Namun hal ini masih menjadi teka-teki terkait dengan petir tersebut. Untuk penelitian mushballs sudah diterbitkan dalam jurnal Geofisikan Research: Planet.

Mushballs terdiri dari lapisan air amonia dan juga es yang ditutupi dengan kerak es tebal. Badai petir di Jupiter ini tidak akan terlihat jika tidak didasari pada misi Juno. Pengamatan Juno tidak hanya berpaku pada planet Jupiter saja, tetapi juga pemahaman manusia. (R10/HR Online)

The post Badai Petir di Jupiter Mengandung Amonia dan Percikan Tak Terduga appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/08/badai-petir-di-jupiter/
Langganan Software

© 2020 MENUU.ID | Jasa Iklan Google Adwords - Google Ads Service