News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Sejarah Sekolah Cina Pertama di Indonesia, Berawal dari HCS

Sejarah Sekolah Cina Pertama di Indonesia, Berawal dari HCS

Sejarah Sekolah Cina

Sejarah sekolah Cina ternyata menarik untuk dibahas sebagai pengetahuan baru dalam khasanah sejarah pendidikan di Indonesia pada masa kolonial. Menurut beberapa sejarawan, Sekolah Cina yang berdiri pada masa kolonial Belanda di Indonesia bernama Hollands Chinese School (HCS).

Di dalam perjalanan awal, sekolah Cina banyak ditentang oleh pemerintah Belanda. Hal ini tidak terlepas dari kekalahan Rusia atas Jepang yang membuat Cina membentuk gerakan Cina Muda.

Baca Juga: Sejarah Peh Cun, Budaya Tionghoa yang Mengakar Kuat di Indonesia

Saat itu orang Cina yang tergabung dalam gerakan tersebut leluasa mendirikan sekolah di Hindia Belanda. Hal ini berawal dari tidak kurang simpatinya pemerintah Belanda terhadap gerakan tersebut.

Alhasil orang Cina yang ada di Hindia Belanda tidak diberikan bantuan finasial guna mendirikan sekolah, walaupun Nasution dalam bukunya berjudul “Sejarah Pendidikan Indonesia” (2015: 107), menyebut golongan orang Cina merupakan kelompok masyarakat yang taat membayar pajak pada pemerintah kolonial Belanda.

Gerakan Cina Muda dan Kaitannya dengan Sejarah Sekolah Cina di Indonesia

Menurut Nasution(2015: 107), sejarah gerakan Cina Muda di Indonesia berawal dari berdirinya perkumpulan Cina bernama Tung Hoa Hwee Kuaan (THHK) pada tahun 1900.

 Awalnya mereka mendirikan gedung pertemuan untuk menyebarkan kebiasaan dan moral Cina menurut ajaran Kong Fu Tse. Adapun tujuan perkumpulan mereka adalah membangun sumber daya manusia Cina di Indonesia melalui pendidikan.

Pada mulanya bahasa Belanda termasuk dalam kurikulum sekolah Cina, akan tetapi ternyata orang-orang Belanda kurang menyukai apabila bahasanya dipakai terhadap orang yang bukan berasal dari Belanda.

Baca Juga: Sejarah Rambut Gondrong, Sempat Dilarang di Era Orde Baru

Hal ini lantas membuat orang Cina yang tergabung dalam kelompok THHK mendirikan sekolah partikelir khusus Cina. Sekolah ini menggaji guru Belanda dengan biaya yang tinggi, dan meminta bantuan pemerintah Belanda.

Akan tetapi permintaan mereka ditolak. Akhirnya orang THHK meminta bantuan dari negara Cina dan mengganti guru Belanda dengan guru dari Inggris. Dengan demikian bahasa Belanda dihapuskan dari kurikulum pembelajaran dari sekolah Cina THHK.

Kerjasama Asia dengan Sekolah Cina di Indonesia Menjadi Awal Terbentunya HCS

Sejarah sekolah Cina selanjutnya, setika sekolah Cina yang dibangun oleh THHK ini berkembang, banyak di antara orang-orang Cina kaya mengirimkan anaknya untuk belajar di sekolah tersebut.

Selain itu, ketika THHK bekerjasama dengan beberapa negara Asia seperti, Filiphina, Semenanjung Malaya, dan Hongkong, membuat anak-anak Cina di Hindia dikirimkan ke sekolah internasional di Singapura bernama Raflles Intitute.

Di samping itu, mengutip sumber yang sama, Nasution(2015: 108), mengungkapkan bahwa Kekaisaran Cina menunjukan perhatian yang banyak bagi perkembangan pendidikan di daerah jajahan Belanda.

Kaisar Cina menyadari bahwa melalui pendidikan dapat dicapai hubungan yang lebih erat antara Cina perantauan dengan tanah leluhurnya.

Akhirnya sekolah- sekolah THHK menjadi suatu bagian dari sistem pendidikan negara Cina. Sementara pada tahun telah ada 76 sekolah dasar dengan 6.393 murid dan sebuah sekolah menengah semua di bawah naungan kementerian pendidikan di Peking Cina.

Dari sejarah sekolah Cina inilah pemerintah kolonial Belanda menggap orang-orang Cina yang Belajar di luar Indonesia menjadi ancaman bagi perpolitikan mereka.

Akhirnya keadaan itu menyadarkan pemerintah Belanda bahwa mereka harus meninggalkan politik non-intervensi dalam pendidikan Cina. Lantas memutuskan untuk membuka Hollands Chinese School (HCS) pada tahun 1908. HCS tercatat sebagai sekolah Cina pertama pada masa itu.

Kurikulum Hollands Chinese School (HCS)

HCS mempunyai dasar yang sama dengan sekolah Belanda bernama ELS (Europese Lagere Shool). Sementara menurut Nasution (2015: 108), biasanya bahasa Prancis menjadi bahasa pengantar belajar waktu tambahan (matrikulasi) pada sore hari.

Meskipun dikatakan sama dengan ELS, namun kurikulum HCS berbeda sekali dalam mata pelajaran Bahasa Inggris.

Adapun bahasa Inggris dipelajari oleh HCS, sementara ELS tidak mempelajari mata pelajaran tersebut. Namun seiring perkembangan jaman ELS juga mempelajarinya dengan alasan yang terpaksa, yaitu kepentingan perdagangan.

Baca Juga: H.O.S Tjokroaminoto, Guru Sukarno dan Tokoh Bangsa Lainnya

Sejarah sekolah Cina mencatat, kebanyakan HCS mempunyai kelas persiapan untuk anak-anak berusia lima tahun. Hal ini biasanya dilakukan agar lebih mudah mengikuti pelajaran di kelas satu.

Pengajaran bahasa Cina senantiasa merupakan masalah. Meskipun orang-orang Cina mengusulkan bahasa Cina ini diadakan, namun khendak pemerintah tetap menolaknya.

Alasan ini berasal dari ketidak inginan pemerintah Belanda mebiayai tujuan-tujuan nasionalistis golongan Cina di Hindia Belanda.

Usaha untuk mengajarkan bahasa Melayu pun tidak berhasil di realitakan. Hal ini disebabkan oleh pandangan pemerintah kolonial yang menilai bahasa Melayu sebagai bahasa pasar yang akrab dengan pembantu.

Pemerintah Belanda berharap dengan didirkannya HCS, orang-orang Cina di Hindia Belanda dapat tunduk terhadap berbagai aturan yang telah ditetapkan. Begitulah sepenggal catatan sejarah sekolah Cina yang menarik untuk dibahas. Semoga bermanfaat. (Erik/R7/HR-Online)

The post Sejarah Sekolah Cina Pertama di Indonesia, Berawal dari HCS appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/07/sejarah-sekolah-cina-pertama-di-indonesia/

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.