Sejarah Rambut Gondrong, Sempat Dilarang di Era Orde Baru

Sejarah Rambut Gondrong

Tahukah Anda bahwa pada masa pemerintahan Orde Baru anak muda yang berambut gondrong itu dilarang? Hal ini berkaitan dengan sejarah rambut gondrong dari masa ke masa.

Rambut gondrong pada masa Orde Baru sempat dilarang. Alasannya pemerintah ingin anak muda Indonesia dapat dibentuk menjadi anak yang penurut dan patuh terhadap orang tua seperti layaknya konsep keluarga di Jawa.

Selain melarang anak muda berambut gondrong, era pemerintahan Soeharto juga ikut serta membatasi peran mereka di dalam perpolitikan.

Anak muda dilarang ikut berbaur dengan politik karena berbagai macam alasan. Salah satunya dikhawatirkan dapat mengancam pemerintahan Orde Baru.

Sejarah Rambut Gondrong di Era Orde Baru

Pelarangan rambut gondrong dan pembatasan politik, membuat para pemuda yang berada di berbagai wilayah di Indonesia memberontak dan melawan. Mereka menentang kebijakan dilarang gondrong yang ditetapkan pemerintah Orde Baru.

Baca Juga: Hari Anak Nasional 2020 Diperingati 23 Juli, Begini Sejarahnya

Awalnya pada tahun 1970, banyak anak muda Indonesia yang berambut gondrong. Hal ini seiring dengan ditetapkannya politik pintu terbuka yang membuka akses seluas-luasnya dengan budaya Barat.

Namun naas mereka tetap kena razia. Saking seriusnya larangan rambut gondrong saat itu, pemerintah membentuk Bakorperagon atau Badan Koordinasi Pemberantasan Rambut Gondrong.

Bakorperagon beroperasi di berbagai sudut kota dan daerah di Indonesia. Petugas dari Bakorperagon kerap merazia anak muda yang berambut gondrong.

Lantas bagaimana sejarah rambut gondrong yang pernah dilarang oleh pemerintah Orde Baru?

Pelarangan Rambut Gondrong Resmi Diumumkan di TVRI

Andi Achdian dalam pengantarnya di buku “Dilarang Gondrong: Prakti Kekuasaan Orde Baru terhadap Anak Muda Awal 1970-an” (2010: vii), menyebut bahwa kebijakan yang melarang rambut gondrong bagi pemuda pria pernah ditayangkan di TVRI pada tanggal 1 Oktober 1973.

Selain itu, Pangkopkamtib Jenderal Soemitro juga mengumumkan kebijakan itu dalam sebuah acara televisi berjudul “Bincang-bincang di TVRI”.

Soemitro menyatakan bahwa fenomena rambut gondrong pada pemuda dapat memnyebabkan keadaan onvershillig alias acuh tak acuh yang dapat memancing dan meningkatnya angka kriminalitas di Indonesia.

Sejarah rambut gondrong berlanjut ketika ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) menanggapi larangan rambut gondrong dengan serius.

Misalnya di Sumatera Utara, para pemuda yang berambut gondrong diperlakukan layaknya penyakit yang berbahaya.

Gubernur Marah Halim akhirnya membentuk sebuah badan khusus yang bertugas memberantas rambut gondrong. Badan tersebut diberi nama “Badan Koordinasi Pemberantasan Rambut Gondrong” atau disingkat menjadi (Bakorperagon).

Adapun Andi Achdian menambahkan, badan tersebut diketuai oleh kepala Direktorat Khusus Kantor Gubernur Sumatera Utara dan beranggotakan pejabat-pejabat daerah tingkat I ditambah dengan wakil kwartir daerah Pramuka propinsi Sumatera Utara.

Dalam sejarah rambut gondrong di Indonesia, tercatat tujuan yang paling utama dari badan tersebut, yakni “membasmi tata cara pemeliharaan rambut yang tidak sesuai dengan kepribadian dan kebudayaan Indonesia”.

Kriminalisasi Rambut Gondrong Pernah Dilakukan Juga oleh Belanda

Aria Wiratma Yudishtira penulis buku “Dilarang Gondrong: Praktik Kekuasaan Orde Baru terhadap Anak Muda Awal 1970-an” (2010: 107) pernah membahas hal ini. Dia mengungkapkan kriminalisasi terhadap orang-orang berambut gondrong juga pernah dilakukan oleh Belanda selama periode revolusi pada tahun 1945-1949.

Hal tersebut juga diulas sejarawan Barat bernama Antonie, JS. Reid, dalam bukunya yang berjudul “Revolusi Nasional Indonesia” (1996: 89-92).

Sejarawan tersebut menjelaskan, di tengah suasana revolusi, muncul berbagai elit pejuang Indonesia yang berpenampilan eksentrik, seperti berambut panjang, berpakaian militer, dan menenteng pistol.

Baca Juga: Sejarah Haji pada Masa Kolonial Belanda di Indonesia

Dalam sejarah rambut gondrong disebutkan saat itu, penampilan dengan rambut gondrong dianggap oleh Belanda sebagai musuh. Bahkan juga diduga teroris dan ekstrimis yang siap memberontak. Belanda menilai pasukan revolusioner di Indonesia sebagai kaum kriminal yang membahayakan.

Akan tetapi berbeda halnya dengan pendapat Ali Sastroamijoyo dalam biografinya berjudul “Tonggak-tonggak di Perjalananku” (1974: 198).

Ali justru menggambarkan pemuda yang berambut gondrong dengan gaya yang urakan di Yogyakarta pada awal 1946 sebagai kekuatan revolusi bangsa.

Razia Rambut Gondrong Era Orde Baru

Kembali ke era Orde Baru, menurut Aria Wiratma Yudhistira (2010: 144),  razia rambut gondrong pertama kali digelar pada tanggal 8 Desember 1966 di depan stasiun Tanah Abang Jakarta.

Tidak seperti razia pada lazimnya yang memeriksa surat-surat kendaraan bermotor, razia ini menyisir rambut anak-anak muda yang bergaya layaknya grup band legendaris asal Inggris “The Beatles”.

Sejarah rambut gondrong mencatat, tak hanya di ibukota, razia juga berlangsung hingga ke kota-kota besar lainnya seperti Bandung, Yogyakarta, Medan, dan Surabaya.

Anak-anak muda yang kedapatan berambut gondrong atau memakai pakaian yang tidak sesuai dengan “kepribadian bangsa” akan mendapatkan tindakan “potong di tempat” baik rambut maupun pakaiannya.

Di Bandung misalnya, sejak akhir Desember 1966, petugas razia yang terdiri dari kesatuan-kesatuan ABRI melakukan penertiban terhadap mode Beatles yang sedang populer kala itu.

Alhasil sekitar 150 remaja yang kebanyakan anak orang kaya terjaring dalam operasi. Razia tersebut menurut petugas kala itu merupakan operasi paling berhasil dibandingkan dengan operasi-operasi sebelumnya.

Begitulah sejarah rambut gondrong yang pernah dilarang pada era pemerintah Orde Baru yang mungkin jarang diketahui publik. (Erik/R7/HR-Online)

The post Sejarah Rambut Gondrong, Sempat Dilarang di Era Orde Baru appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/07/sejarah-rambut-gondrong/
Langganan Software

© 2020 Jasa Whatsapp Blast | Rajatheme.com - Google Ads Service