News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Petani di Banjar Keluhkan Tidak Adanya Pupuk Urea Bersubsidi

Petani di Banjar Keluhkan Tidak Adanya Pupuk Urea Bersubsidi

Petani di Banjar Keluhkan Tidak Adanya Pupuk Urea Bersubsidi

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Pupuk urea bersubsidi yang biasa dimanfaatkan para petani usai musim tandur itu, kini tak di jumpai di pengecer resmi.

Hal tersebut diakui oleh H M Sukijan (75) seorang pedagang pupuk, di area pasar Bojongkantong, Kota Banjar.

H. M. Sukijan pemilik toko Tani Mukti  mengatakan, saat ini merupakan musim memupuk bagi petani padi.

Namun belakangan petani di Banjar mengeluhkan tidak adanya pupuk urea bersubsidi.

Ia mengaku banyak petani yang menggunakan pupuk tersebut. Namun, entah kenapa kini tak lagi ia dapatkan.

“Sekarang gak ada pupuknya,” ungkapnya kepada HR Online di toko perlengkapan tani miliknya, Rabu (22/7/2020).

Tak hanya itu, ia pun merasa ribet dalam sistem penyaluran pupuk urea bersubsidi. Ia merasa jengkel dan heran. Pasalnya, para pelanggan yang notabene adalah petani selalu mempertanyakan hal itu.

Bahkan setiap pelanggan yang akan membeli selalu ada yang menanyakan solusi untuk tanaman padi maupun palawija.

Hal yang menjengkelkan dan membuat ribet karena pengambilan urea bersubsidi yang harus memakai kartu tani. “Kalo ga bawa kartu tani ya enggak di kasih,” katanya.

Ribet dengan Sistem Kartu Tani

Di usianya yang sudah tidak muda lagi, H Sukijan mengaku baru kali ini merasa ribet dengan adanya kartu tani yang malah menyulitkan petani. Menurutnya, dahulu selalu aman-aman saja.

“Selama 34 tahun saya jalani usaha ini,  baru kali inii saya ngalami ribet,” ujarnya.

Diakuinya, dengan kartu tani petani mendapatkan harga murah hanya untuk pembelian urea bersubsidi saja. “Tapi, bagaimana kalo ga punya kartu tani,” katanya dengan nada kecewa.

Toko Tani Mukti miliknya telah menjadi kepercayaan masyarakat sekitar untuk pembelian kebutuhan perlengkapan tani. Jika dalam waktu pasar yaitu Minggu dan Kamis, pengunjungnya mencapai angka 200 an.

Meski H M Sukijan menyediakan pupuk urea non subsidi, namun lebih banyak petani yang menanti pupuk urea bersubsidi. Pasalnya harganya terdapat selisih yang jauh.

Di tokonya, harga pupuk urea bersubsidi satu karung seharga Rp 100 ribu saja. Sedangkan, urea non subsidi satu kilonya Rp 35 ribu. (Aisyah/R8/HR Online)

The post Petani di Banjar Keluhkan Tidak Adanya Pupuk Urea Bersubsidi appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/07/petani-di-banjar-keluhkan-tidak-adanya-pupuk-urea-bersubsidi/

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.