Perubahan Medan Magnet Bumi Makin Cepat 10 Kali Lipat, Ini Kata Ahli

Peubahan Medan magnet Bumi

Perubahan medan magnet Bumi dilaporkan mengalami percepatan sekitar 10 kali lebih cepat dalam merubah arah. Sehingga, peristiwa seperti ini akan mengakibatkan adanya perubahan medan magnet yang terbalik dari kutub selatan ke kutub utara dan juga sebaliknya.

Sejak beberapa tahun yang lalu, terdapat sebuah studi yang menyebutkan adanya medan magnet mampu mengubah arah sampai satu derajat tiap tahunnya. Akan tetapi, studi terbaru ini menunjukkan adanya pergerakan hingga pada 10 derajat setiap tahunnya.

Baca Juga: Fenomena Tarian Gravitasi oleh Dua Exoplanet yang Jauh dari Bumi

Perubahan Medan Magnet Bumi

Dilansir dari National Geographic, jika medan magnet di kutub utara tak pernah diam dan terus mengalami pergerakan. Dalam seratus tahun terakhir, arah titik kompas dilaporkan terus bergerak menuju ke arah utara.

Hal ini didorong oleh inti dari luar Bumi yang bergerak sekitar 1.800 mil di bawah permukaan. Akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir ini, para ilmuwan mendapatkan sesuatu hal yang menurut mereka tak biasa. Kemudian mereka pun tak ada yang mampu menjelaskan sepenuhnya tentang alasan tersebut.

Magma konduktif yang bergerak tersebut menghasilkan muatan listrik. Sehingga, mampu mempengaruhi posisi dari kutub magnet serta membentuk medan magnet yang tak kasat mata dan menghubungkan kutub tersebut. Kemudian mengalami perubahan medan magnet Bumi dengan perlahan.

“Interaksi diantara inti bumi dan juga medan magnet sangatlah kompleks. Intensitas dari magnet bisa bervariasi untuk waktu ke waktu. Kemudian juga pada tempat yang berbeda dari inti serta pada permukaan Bumi,” kata Christopher Davies, co-writer studi dan seorang profesor School of Earth & Environment Universitas Leed Inggris.

“Di dalam inti cair terdapat aliran yang memutar serta merenggangkan pada medan magnet dan pada gilirannya mendorong kembali ke aliran. Kemudian menahan distorsi yang terjadi, lalu aliran tersebut bergolak dalam artian yang sederhana dapat seperti aliran di dalam panci air mendidih,” imbuhnya.

Oleh karena itu, terdapat interaksi di antara aliran serta perubahan medan magnet Bumi yang berbeda dari tempat satu ke tempat yang lain dalam inti tersebut.

Kemudian juga dapat dikatakan, saat inti yang cair tersebut mendidih, maka akan terbentuk naik dan turunnya gaya magnet pada beberapa bagian inti tersebut. Sehingga, akan bergilir membentuk cara dimana area-area tersebut mampu mempengaruhi magnetosfer.

Variasi-variasi yang ada di dalam interaksi ini tampak dan dilihat oleh ilmuwan. Dimana tampak seperti bercak magnet kuat terdapat di garis lintang tinggi.

Lalu fitur perubahan medan magnet Bumi melayang ke arah timur atau barat. Kemudian juga titik lemah pada bidang antara Amerika Selatan dan Afrika. Ini juga dikenal dengan sebutan Anomali Atlantik Selatan.

Penyusutan Medan Magnet

Dari beberapa abad yang lalu, seorang pelaut mencatat perubahan yang terjadi di medan magnet. Kemudian dalam beberapa puluh tahun terakhir ini, observatorium dan juga satelit menangkap adanya perubahan yang seperti itu.

Melalui Science Live, pengamatan yang dilakukan akhir-akhir ini menunjukkan jika kekuatan dari medan magnet sudah menyusut dalam 160 tahun terakhir. Hal ini juga menunjukkan jika Bumi dapat dimungkinkan akan jatuh disebabkan oleh lempeng magnet tersebut lebih cepat nantinya.

Saat daerah di inti mengalami berbalik arah, maka arah dari medan magnet akan berubah secara tajam. Pembalikan dari inti Bumi ini lebih biasa terjadi pada tempat-tempat yang berada di dekat dengan garis khatulistiwa.

Perubahan medan magnet Bumi ini juga sejalan dengan pengamatan yang dilakukan oleh para peneliti mengenai perubahan dari arah yang makin cepat di daerah lintang rendah.

Penjelasan BMKG

Sebelumnya, BMKG yakni Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan pelemahan dari medan magnet Bumi berkaitan dengan peristiwa Grand Solar Minimum atau GSM atau disebut juga dengan Matahari Lockdown.

Siswanto, kepala sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG juga mengatakan jika GSM tersebut mampu mempengaruhi polaritas dari magnet matahari kepada Bumi. Ia juga mengatakan jika jumlah bintik atau bercak dari matahari (sunpot) minimum dan maksimum adalah bervariasi melalui siklus ke siklus.

Ini juga sama seperti siklus yang terjadi di sebelas tahunan. Kemudian ia juga menjelaskan bahwa sunpot merupakan sebuah daerah yang medan magnet photospericnya kuat dan mempunyai dua polaritas, yaitu selatan dan utara.

Siswanto juga mengimbuhkan jika perhitungan perubahan medan magnet Bumi sangat bervariasi. Hal tersebut dipengaruhi akan perkiraan dalam periode 11 tahun. Bahkan siklus dari medan magnet matahari tersebut justru memiliki periode dua kali lebih lama yakni selama 22 tahunan.

The post Perubahan Medan Magnet Bumi Makin Cepat 10 Kali Lipat, Ini Kata Ahli appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/07/perubahan-medan-magnet-bumi/
Langganan Software

© 2020 Jasa Whatsapp Blast | Rajatheme.com - Google Ads Service