Penelitian Corona Menyebar di Udara, WHO Akui Tentang Adanya Bukti

penelitian Corona Menyebar di Udara

Penelitian Corona menyebar di udara dan diketahui mampu bertahan dalam bentuk aerosol. Ini berdasarkan studi yang juga menemukan potensi tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Faktor yang mempengaruhinya diantaranya adalah dosis, ventilasi, dan juga infectiousness. Oleh karena itu, ada baiknya kita simak beberapa ulasan yang menarik berikut ini.

Penelitian Corona Menyebar di Udara

Dalam beberapa bulan belakangan ini, pandemi yang diakibatkan oleh virus Corona mampu menghilangkan ratusan ribu nyawa dari seluruh penjuru dunia. Bahkan, virus ini juga mampu melumpuhkan sistem perekonomian sebagian besar negara di dunia.

Sementara virus terus menyebar, para ilmuwan masih kesulitan dalam menemukan penangkalnya. Beberapa solusi sudah diterapkan hingga sistem lockdown yang setidaknya mengurangi penyebaran virus ini.

Baca Juga: Gejala Ringan Terinfeksi Virus Corona Menurut Penelitian Terbaru, Jangan Diabaikan!

Termasuk juga melakukan penelitian Corona menyebar di udara ini. Kemudian muncul sebuah pertanyaan yang cukup penting, apakah patogen yang ada di virus Corona ini mampu menjadi “udara”?

Menurut WHO dan juga Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, menyebutkan jika Covid-19 ini dapat menular. Lalu dapat menyebar dengan cara bersin, batuk, dan juga berbicara dari jarak beberapa meter.

Sehingga, hal tersebut menjadi alasan atau sebuah petunjuk jika virus Corona dapat ditularkan lewat partikel di udara.

Dalam sebuah perbincangan oleh beberapa negara di Washington DC, mereka bahkan tidak bersentuhan dan berjabat tangan. Namun terdapat dua orang yang meninggal setelah acara itu.

Virus Corona Menyebar di Udara

Dalam penelitian Corona menyebar di udara dan cara mengatasi penyebaran seperti apa yang dikatakan oleh WHO, maka perlu dipahami apa yang dimaksud dengan penyebaran oleh ilmuwan tersebut.

Istilah yang dipakai dalam proses penularan Covid-19 ini adalah penularan patogen ini lewat areosol. Dimana tetesan pernafasan kecil yang bisa tersuspensi di udara atau juga dikenal dengan inti tetesan.

Sehingga, hal ini berlawanan dengan tetesan lebih besar yang jatuh di tanah dalam jarak tertentu. Namun nyatanya, perbedaan keduanya tersebut tidak begitu jelas.

“Pemisahan di antara sebutan “udara menyebar” dan “tetesan menyebar” merupakan sebuah spektrum. Terutama saat berbicara dengan jarak yang relatif dekat,” kata Joshua Santarpia.

Dia adalah seorang profesor patologi dan juga Mikrobiologi University of Nebraska Medical Center.
Penyebaran virus Corona lewat udara ini juga dihipotesisasi dalam penyebaran SARS dan MERS. Namun, tentu saja penelitian Corona menyebar di udara ini perlu lebih didalami lagi.

Studi Baru

Dalam beberapa studi yang dilakukan terhadap virus Corona ini, terdapat pengaturan tentang perawatan kesehatan. Namun, sebagian besar juga belum mengetahui seberapa menularkah melalui aerosol dan seberapa banyak virus yang menyerang hingga mengalami sakit.

Hal ini dikenal dengan sebutan dosis minimal penularan. Mengingat pentingnya informasi dari fakta penelitian Corona menyebar di udara bahwa orang mampu menularkan saat mereka tak bergejala sekalipun.

Bukti Studi Transmisi Aerosol

Terdapat beberapa bukti yang kuat tentang transmisi udara dari virus ini di sebuah studi baru. Dalam studi tersebut, para peneliti mengukur material genetik dari virus atau RNA ke dalam sebuah sampel aerosol. Penelitian tersebut dilakukan di rumah sakit Wuhan, China.

Dari penelitian tersebut, mereka menemukan tingkat yang begitu rendah dari RNA udara di lingkungan rumah sakit. Dimana yang ruangannya terisolasi dan juga di ruangan pasien yang berventilasi. Namun, terdapat tingkatan sangat tinggi di beberapa area seperti toilet pasien.

“Studi yang kami lakukan dan beberapa studi lain membuktikan jika transmisi aerosol mungkin saja terjadi. Rute yang tidak bisa diabaikan begitu saja dari pembawa yang telah terinfeksi ke seseorang yang berada di dekatnya,” kata Co-writter. Ia adalah profesor dan Direktur State Key Laborator of Virology Universitas Wuhan.

Hasil studi penelitian Corona menyebar di udara tersebut pun menjadi bukti. Hal tersebut dikatakan jika Covid-19 mampu menjadi aerosol yang berasal dari pengaturan klinis.

Hal ini cenderung lebih banyak dimiliki oleh orang-orang yang sakit, kemudian juga orang memiliki intubations. Itu akan menyebabkan orang batuk, sehingga akan menghasilkan aerosol.

The post Penelitian Corona Menyebar di Udara, WHO Akui Tentang Adanya Bukti appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/07/penelitian-corona-menyebar-di-udara/
Langganan Software

© 2020 Jasa Whatsapp Blast | Rajatheme.com - Google Ads Service