Implan Menjadi Alat Kontrasepsi Favorit di Kota Banjar

Kepala Bidang Keluarga Berencana implan

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Kota Banjar, sampai saat ini yaitu implan. Pengguna KB susuk di Kota Banjar hingga akhir Juni melebihi target dari provinsi.

“Penggunanya sebanyak 333, dari target provinsi yang harus dicapai 98 pengguna,” ungkap Kepala Bidang Keluarga Berencana (KB) Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Banjar, H. Agus Mulyana, Kamis (2/7/2020).

Menurut Agus, pengguna impan semakin meningkat, karena tingkat akurasinya tinggi dan masa kehamilan bisa tertunda hingga 5 tahun.

KB susuk ini merupakan salah satu alat kontrasepsi dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang  (MKJP). Sama halnya dengan alat kontrasepsi ayudi, yang dapat menunda masa kehamilan hingga 8 tahun.

“Sehingga, KB ini lebih banyak digunakan oleh para ibu di Kota Banjar,” ucapnya. 

Agus menuturkan, implan dipasang di bawah kulit perempuan dan biasanya terpasang di bagian tangan. Sedangkan ayudi terpasang di rahim, dengan cara ditanamkan melalui alat kelamin perempuan.

“Itulah sebabnya, salah satu alasan KB susuk ini menjadi alat kontrasepsi favorit di Kota Banjar,” tuturnya. 

Berbeda dengan kontrasepsi yang tergabung dalam non MKJP, seperti pil, suntik dan kondom. Menurutnya, ketiga alat kontrasepsi tersebut tidak terlalu banyak penggunanya. Sebab, tingkat akurasinya tidak lama.

“Kalau pakai pil masa akurasinya hanya satu bulan saja. Kalau lupa minum pil, lalu berhubungan badan dengan suami, apalagi pada masa subur ya bisa hamil,” katanya.

“Begitu juga dengan KB suntik, tingkat akurasinya hanya 3 bulan saja,” tambahnya.

Capaian Akseptor di Kota Banjar Selain Implan

Sebelumnya, 29 Juni lalu dilaksanakan acara pelayanan serentak satu juta akseptor, pada Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27.

Dalam Harganas 2020 itu, pengguna KB pil sudah mencapai 1300 pengguna dari target provinsi sebanyak 1836.

“Sedangkan pengguna suntik sampai 278 dari target provinsi 2091, dan pengguna kondom 27 orang dari target provinsi 245,” kata Agus. 

Sementara alat kontrasepsi lain dengan target provinsi di tahun 2020 yang harus dicapai, yaitu pengguna ayudi sebanyak 162. Selain itu, Metode Operasi Pria (MOP) 98, pengguna MOW (Metode Operasi Wanita) sebanyak 18. 

Menurut Agus, alat kontrasepsi, yang lebih tinggi tingkat akurasinya dari implan dan ayudi adalah MOP atau MOW. Untuk tingkat akurasi dari MOP dan MOW, tinggi sekali bahkan hampir 90%.

Pengguna MOP atau MOW, kata Agus, biasanya yaitu orang yang tinggi tingkat kehamilannya. Atau, orang yang memang sudah merasa cukup dan tidak ingin menambah anak, sehingga tidak ingin hamil lagi. 

Agus menambahkan, untuk mengendalikan ibu hamil di masa wabah Covid-19, pihaknya melalui pos KB desa, membagikan alat kontrasepsi pil, suntik dan kondom.

Selain membagikan, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Banjar juga melakukan sosialisai. Sebab, alat kontrasepsi tersebut harus benar cara memakainya.  

“Bayangkan saja jika tidak dikasihkan ke rumah-rumah, mungkin dapat menambah angka kehamilan baru yang lebih tinggi,” pungkasnya. (Aisyah/R5/HR-Online)

The post Implan Menjadi Alat Kontrasepsi Favorit di Kota Banjar appeared first on Harapan Rakyat Online.



source https://www.harapanrakyat.com/2020/07/implan/
Langganan Software

© 2020 Jasa Whatsapp Blast | Rajatheme.com - Google Ads Service